Inflasi di Sumsel Tinggi

Kompas.com - 01/08/2011, 14:26 WIB

PALEMBANG, KOMPAS.com  - Menjelang bulan puasa dan lebaran, inflasi di Palembang, Sumatera Selatan, tinggi, yaitu mencapai 0,70 persen di Bulan Juli atau lebih tinggi dari inflasi nasional. Tingginya inflasi ini didorong tingginya kenaikan harga di sejumlah kebutuhan pokok, terutama beras.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Selatan Haslani Haris dalam pembacaan berita resmi statistik di Palembang, Sumsel, Senin (1/8/2011), mengumumkan, kenaikan harga beras di Palembang yang mencapai 5,1 persen pada Juli memberikan andil inflasi tertinggi mencapai 0,2 persen. Diikuti kenaikan tarif air minum sebesar 10,04 persen yang mendorong inflasi sebesar 0,1 persen.

"Kenaikan harga semen sebesar 17,34 persen berada di posisi ketiga yang mendorong inflasi sebesar 0,1 persen," katanya. Dari periode yang sama tahun lalu, inflasi di Kota Palembang mencapai 4,37 persen. Kenaikan harga di Bulan Juli terjadi di hampir semua bahan makanan, di antaranya padi-padian, daging, ikan awetan, telur, dan sayuran.

Meskipun harga komoditas bahan pertanian naik, perolehan petani pada Juli justru turun sebesar 1,28 persen. Artinya, daya beli petani juga turun. Hal ini terlihat dari angka nilai tukar petani yang turun dari 110,96 persen di Bulan Juni turun menjadi 109,54 persen. Penuruna daya beli yang ditunjukkan dengan nilai tukar ini juga terjadi pada peternak maupun perkebunan.

"Mereka masih dapat keuntungan, namun berkurang dari bulan sebelumnya," ucapnya.

Sejumlah komoditas pangan yang mengalami penurunan, yaitu bumbu yang turun drastis hingga 7,46 persen, ikan segar turun 1,47 persen, dan buah-buahan turun 0,12 persen. Untuk Sumatera Bagian Selatan, inflasi tertinggi di Kota Jambi sebesar 0,94 persen dan terendah di Pangkal Pinang sebesar 0,1 persen. Di Pulau Sumatera, inflasi tertinggi terjadi di Banda Aceh sebesar 1,16 persen. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau