Alat Masak Minim Minyak Rendah Lemak

Kompas.com - 01/08/2011, 14:47 WIB

KOMPAS.com - Proses memasak kini kian praktis, memudahkan, sekaligus menunjang gaya hidup sehat. Alasan kepraktisan dan kesehatan menjadi perhatian konsumen, yang direspons baik oleh produsen alat masak. Philips jeli melihat kebutuhan masyarakat urban ini dengan menghadirkan alat masak Philips Airfryer. Dengan alat masak ini, para perempuan aktif yang peduli penampilan dan kesehatan bisa menggoreng makanan dengan udara, minim minyak, dan rendah lemak.

Philips Airfryer mengandalkan  Rapid Air Technology. Teknologi ini menggabungkan udara panas bersirkulasi cepat dan elemen pemanggang untuk menghasilkan makanan gorengan lezat yang mengandung lemak 80 persen lebih rendah.

"Konsumen semakin peduli akan makanan yang mereka santap, dan semakin cerdas untuk memilih makanan yang mengandung rendah lemak. Dengan Philips Airfryer, udara berperan menggantikan minyak dalam proses menggoreng sehingga konsumen dapat menikmati makanan gorengan favorit mereka dengan kandungan lemak yang lebih sedikit yang digoreng dengan mudah dan tidak merepotkan,” kata Hendra Rusmana Liu, Commercial Leader Philips Consumers Lifestyle, PT Philips Indonesia, dalam siaran pers-nya.

Menggunakan alat ini, kekhawatiran mengenai risiko penyakit jantung akibat makanan berlemak sedikit berkurang. Bicara risiko penyakit jantung akibat makanan berlemak, dr Fiastuti Witjaksono, SpGK, spesialis gizi klinis dari Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kesehatan Universitas Indonesia menjelaskan, "Risiko penyakit jantung bisa diturunkan dengan membatasi asupan makanan yang mengandung minyak dan lemak".

Memudahkan
Alat ini memungkinkan Anda memasak kapan saja, bahkan ketika Anda sudah siap berangkat kerja dengan busana rapi. Pasalnya, Anda tak perlu khawatir cipratan minyak dan asap gorengan akan meninggalkan noda dan bau pada pakaian atau dapur Anda.

Kemudahan ini dibuktikan oleh Indy Barends, Philips Airfryer Brand Ambassador. "Jam kerja saya cenderung panjang dan tidak teratur. Saya tak punya banyak waktu untuk memasak makanan yang digoreng. Menggoreng makanan biasanya bikin dapur penuh dengan percikan minyak dan butuh waktu untuk membersihkannya. Tapi sekarang, saya bahkan tidak membutuhkan celemek untuk menggoreng makanan kesukaan. Sisa-sisa memasak juga lebih mudah dibersihkan," tuturnya.

Kemudahan lain yang juga ditawarkan di antaranya Anda bisa mencuci alat masak ini dengan mesin pencuci piring. Pasalnya, wadah penggoreng alat masak ini dilapisi bahan anti lengket serta dapat dilepaskan.

Alat masak ini juga memungkinkan Anda mengatur temperatur memasak hingga 200 derajat Celsius. Alhasil, Anda bisa menghemat waktu memasak dengan tetap menghasilkan makanan gorengan yang renyah. Bagi orangtua super sibuk, Airfryer juga dilengkapi dengan alat pengatur waktu (timer) yang dapat mengatur waktu memasak hingga 30 menit. Anda bisa mengerjakan berbagai kegiatan sekaligus sambil menyiapkan hidangan untuk si kecil.

Tak mengubah citarasa
Saat memasak, Airfryer dilengkapi dengan pemisah makanan yang memungkinkan Anda menggoreng dua jenis makanan yang berbeda dalam waktu bersamaan tanpa mengubah rasa masing-masing makanan.

Chef Profesional, Juna Rorimpandey mengaku terbantukan dengan Airfryer. Juna mengamati orang Indonesia memiliki minat tinggi akan makanan gorengan. Menurutnya, salah satu cara memasak yang sangat populer di Indonesia adalah dengan menggoreng.

"Setelah mencoba, makanan yang digoreng menggunakan Airfryer ternyata juga renyah seperti makanan yang digoreng menggunakan minyak. Rasa alaminya tetap terjaga tanpa terusik oleh aroma minyak yang biasanya terasa pada makanan gorengan," aku Juna.

Alat masak ini sudah bisa Anda temukan di berbagai pusat perbelanjaan dan hipermarket terkemuka seharga Rp 2.850.000. Untuk menyajikan hidangan rendah lemak, praktekkan resep yang bisa dimasak dengan alat ini. Di Indonesia, untuk setiap pembelian Philips Airfryer, Anda mendapatkan buku resep dengan 10 resep lokal yang diciptakan khusus oleh Chef Juna dan Hiang Marahimin.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau