Satpol PP Razia Gang Dolly

Kompas.com - 01/08/2011, 15:35 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com - Belasan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) merazia kawasan prostitusi Dolly dan Jarak di Kota Surabaya, Jawa Timur, Senin (1/8/2011). Razia ini dilakukan untuk memastikan kawasan Dolly dan Jarak tutup selama bulan Ramadan. Hal itu masuk dalam peraturan daerah kota Surabaya.

Sehari sebelum Ramadhan, Minggu (31/7/2011), razia sudah dilakukan dengan maksud meninjau. Untuk razia hari ini, Satpol PP bermaksud memastikan apakah peraturan itu ditaati pengelola wisma. "Sesuai aturan, kami harus lakukan operasi untuk memastikan, apakah ada pelanggaran atau tidak," ujar Wardi, Komandan Peleton Satpol di sela razia, Senin (1/8/2011).

Di lokalisasi Dolly, Satpol PP hanya mengambil sampel dua wisma. Di lokalisasi Jarak juga dua wisma yang dijadikan sampel. Di empat wisma itu, mereka hanya menemukan para pekerja laki-laki yang sedang tidur. Sedangkan para perempuan seks komersial (PSK) dipulangkan.

Pengelola wisma Bola Indah, Darman, mengaku tidak berani melanggar aturan karena aturan itu langsung diturunkan dari kelurahan dan kecamatan. "Di sini ada edarannya dari kelurahan dan kecamatan. Suruh tutup ya tutup," kata Darman.

Menurut Darman, hampir semua PSK berasal dari daerah di luar Jawa Timur, di antaranya dari Pekalongan, Batang, dan Semarang. "Paling tidak mereka (PSK) kembali setelah Lebaran," ujarnya. (Iksan Fauzi)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau