Terkait pernyataan marzuki alie

Bubarkan KPK Ingkari Reformasi

Kompas.com - 01/08/2011, 16:19 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Hakim Konstitusi Akil Mochtar menilai gagasan untuk membubarkan Komisi Pemberantasan Korupsi sama saja dengan mengingkari reformasi.

Memberantas korupsi adalah salah satu komitmen reformasi sehingga lahirlah ketetapan MPR tentang pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme.

"Di situ ada perintah untuk membentuk lembaga independen untuk memberantas korupsi. Itu sisi historisnya," kata Akil, Senin (1/8/2011) kepada wartawan di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta.

Akil mengomentari pernyataan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Marzuki Alie tentang pemaafan koruptor dan pembubaran KPK. Menurut Akil, pernyataan Marzuki tersebut secara etis memang tidak pantas.

Memang benar, tambahnya, bahwa KPK merupakan lembaga yang bersifat sementara atau ad hoc. Namun, untuk membubarkan KPK harus dilakukan dengan menggunakan parameter yang obyektif. Misalnya, indeks persepsi korupsi Indonesia menurut ukuran internasional sudah jauh lebih tinggi, tak lagi ada pejabat yang ditangkapi KPK.

"Kalau hampir setiap hari kita melihat perkara-perkara korupsi besar yang merugikan kepentingan nasional dan muncul akibat tangkapan-tangkapan KPK, apa relevan usulan pembubaran KPK?" tanya Akil.

Menurut dia, pernyataan Marzuki Alie tersebut melampaui kewenangan yang dimiliki dan tidak etis. Marzuki bisa dibawa ke Badan Kehormatan DPR atas pernyataannya ini.

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau