3 Alasan Perlu Bicara Seks dengan Pasangan

Kompas.com - 01/08/2011, 18:37 WIB

KOMPAS.com - Kunci keharmonisan hubungan adalah komunikasi. Pembicaraan seks antara Anda dan suami juga perlu dilakukan untuk membangun komunikasi dua arah, agar saling terpenuhi kebutuhan keduanya. Membicarakan seks dengan pasangan tak sekadar untuk memenuhi kebutuhan seksual, namun juga mencegah perselingkuhan.

Ada tiga alasan mengapa Anda dan suami perlu membicarakan seks dengan pasangan:
1. Makin kreatif
Menurut Tracey Cox, pengarang buku Hot Relationships: How to Have One, semakin sering berkomunikasi dengan pasangan, Anda dan si dia akan mudah menggali lebih banyak ide bercinta. Variasi gaya bercinta yang dibicarakan bersama inilah yang membuat sesi bercinta semakin seru. Dengan begitu hubungan Anda dan pasangan juga semakin hangat.

2. Semua keinginan terpenuhi

Bisa jadi Anda dan pasangan selama ini sama-sama menyimpan keinginan dalam hati, namun enggan atau malu membicarakannya. Mulai sekarang, cobalah lebih sering saling menyuarakan isi hati. Cara ini akan membuat Anda berdua saling memahami. Termasuk dalam memenuhi keinginan untuk mendapatkan kepuasan seksual.

3. Mencegah perselingkuhan
Perselingkuhan sering terjadi karena salah satu pasangan tak bisa memenuhi atau terpenuhi keinginannya saat bercinta. Dengan saling terbuka dan memulai pembicaraan, Anda dan si dia bisa menjadi partner yang seimbang.

(Chic)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau