Angkutan pedesaan

Mahasiswa Pun Menumpang Bus Kayu

Kompas.com - 01/08/2011, 23:27 WIB

ENDE, KOMPAS.com — Bisa jadi peribahasa lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya, dapat menggambarkan secuil fenomena di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur.

Fenomena dimaksud sehubungan dengan keberadaan bus kayu sebagai angkutan pedesaan di daerah ini, bahkan juga di NTT umumnya.

Setiap daerah mempunyai adat istiadat yang berbeda, begitu pula kalau di Jawa, angkutan umum seperti kereta api, bus, travel, atau angkutan kota sudah tak asing bagi masyarakatnya. Namun, di Ende, bus kayu justru sangat familiar bagi masyarakat setempat karena dianggap tarifnya yang terjangkau alias murah. Juga, angkutan ini tangguh di medan berat, seperti di jalan penuh lubang dan lumpur.

Bus kayu merupakan sebuah truk kecil, hanya dimodifikasi pada boks atau bak belakang dijadikan sebagai tempat duduk penumpang dari papan kayu.

Bahkan, bus kayu juga sering kali tak hanya digunakan untuk mengangkut penumpang manusia dan barang, tetapi juga hewan peliharaan atau ternak, seperti sapi, kuda, kambing, babi, ataupun ayam.

Bus kayu juga biasa disewa untuk kegiatan rekreasi sekolah, kegiatan pramuka, termasuk kegiatan mahasiswa, seperti kuliah kerja nyata (KKN) yang dilakukan Universitas Flores (Uniflor) Ende, Senin (1/8/2011).

Pihak Uniflor menyewa puluhan bus kayu itu untuk mengantar mahasiswa ke daerah KKN. "Mungkin pertimbangannya dengan bus kayu ini tempatnya lebih lebar atau lega, juga tak pengap karena terbuka," kata Agnes Flora, mahasiswa Jurusan Sejarah, yang juga peserta KKN Uniflor tahun 2011.

Anselmia Minda, peserta KKN Uniflor dari Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, mengungkapkan, selain kapasitas lebih besar dari travel, tarif bus kayu juga lebih murah.

Rupanya bus kayu di wilayah NTT masih menjadi andalan untuk angkutan pedesaan yang murah meriah, full AC alam, juga tahan segala medan dan cuaca.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau