Kontroversi pembubaran kpk

Marzuki Tetap Tenang dan Ambil Hikmah

Kompas.com - 02/08/2011, 10:28 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Menghadapi serangan bertubi-tubi pasca-pernyataannya yang kontroversial soal pemutihan harta koruptor dan pembubaran Komisi Pemberantasan Korupsi, Ketua DPR Marzuki Alie mengaku tetap tenang dan mengambil hikmahnya.

"Silakan saja kalau Pak Mubarok (Achmad Mubarok, anggota Dewan Pembina Partai Demokrat) menilai adanya ketidakadilan pers terhadap diri saya pasca-pernyataan tersebut. Akan tetapi, buat saya, saya mengambil hikmahnya saja bahwa apa pun yang saya lontarkan bisa mengundang persepsi sendiri-sendiri. Bisa saja negatif, tetapi bisa juga positif," ujar Marzuki kepada Kompas, Senin (1/8/2011) malam.

Menurut Marzuki, pihaknya tidak pernah tersinggung dan marah atas berbagai respons yang dirasa tidak melihat konteks menyeluruh dari apa yang dinyatakannya. "Kalau boleh bercanda, mungkin karena pernyataan saya, saya jadi justru semakin dikenal oleh masyarakat. Banyak warga yang menyapa saya jika di luar kota," kata Marzuki terkekeh.

Ia pun mencontohkan, "Apakah masyarakat desa peduli dengan perdebatan yang selalu dipersoalkan oleh media massa soal KPK? Saya kira mereka akan lebih peduli dengan kehidupan sehari-hari yang dirasakan, seperti mencari makan dan pekerjaan."

Sebelumnya, Achmad Mubarok menilai pers tidak adil terhadap Marzuki soal pernyataannya tentang KPK yang dikutip tidak lengkap, dan bukan pandangan yang benar-benar orisinal tentang pemutihan harta koruptor.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau