Jangan Remehkan Bingkai!

Kompas.com - 02/08/2011, 14:23 WIB

KOMPAS.com - Setiap lukisan yang dibuat tangan dingin pelukisnya memiliki makna dan kesan berbeda-beda. Tak heran, lukisan kerap menjadi salah satu pilihan untuk mempercantik ruangan meskipun lukisan tergolong barang mahal.

Namun, terkadang kita lupa bahwa ada hal lain yang mempengaruhi keindahan lukisan, yaitu bingkai atau frame. Bingkai ibarat batas-batas pada lensa kamera yang membantu pandangan kita terfokus pada sebuah benda yang ingin ditonjolkan.

Bingkai tentu saja berhubungan erat dengan sebuah obyek dua ataupun tiga dimensi yang difungsikan sebagai elemen dekoratif. Untuk itulah, memilih bentuk bingkai sebaiknya tidak sembarangan. Bingkai yang dipilih mesti disesuaikan dengan perabotan yang Anda pakai sehingga bisa saling mendukung dalam menciptakan kesan dekoratif ruangan tersebut.

Adapun beberapa bentuk bingkai yang bisa Anda pilih, misalnya:

Bingkai Kotak

Frame kotak adalah bentuk paling proporsional atau cocok untuk segala medan, begitu istilahnya. Hal itu karena kontur dinding biasanya rata dan berbidang kotak, sehingga bingkai kotak memungkinkan Anda berkreasi lebih pada kontur dinding di ruangan Anda.

Bingkai oval

Bila kontur dinding bersifat rounded, sebaiknya frame yang digunakan juga membulat atau oval. Ini dilakukan agar kontur dinding dan frame lukisan tetap terlihat menyatu dan saling mendukung sebagai dekorasi ruangan.

Bingkai Persegi

Bingkai ini menjadi pilihan tepat bagi Anda yang memiliki ruangan dengan dinding lumayan luas.

Selain bentuk, hal yang perlu dijadikan pertimbangan adalah desain bingkai. Sebelum meletakkan lukisan, ada baiknya Anda mempertimbangkan desain dan ukuran frame yang sesuai untuk dikolaborasikan dengan lukisan.

Untuk lukisan menggunakan warna-warna muda, misalnya. Agar tampil menonjol, lukisan sebaiknya didukung dengan bingkai warna dinding yang gelap. Berikut beberapa desain bingkai yang bisa Anda gunakan: 

Bingkai polos

Untuk membingkai lukisan abstrak dan bertema modern, Anda sebaiknya menggunakan bingkai kayu yang simpel, tampil polos, dan berwarna cokelat atau hitam. Ini perlu dipertimbangkan agar tidak bersinggungan dengan karakter lukisan yang menonjol.

Bingkai berwarna

Bingkai yang berwarna emas, bronze, atau perak sangat baik untuk mengkolaborasikan lukisan-lukisan naturalis, seperti bunga-bungaan atau pemandangan alam. Hal tersebut berfungsi membatasi ruang pandang mata Anda terhadap lukisan tersebut.

Bingkai bersudut

Jenis bingkai yang satu ini menjadi pilihan tepat untuk "mengurung" lukisan yang obyeknya berupa foto atau gambar, seperti lukisan Monalisa, lukisan wajah-wajah ekspresif. Hal ini berguna untuk memperindah obyek gambar dalam lukisan.

Nah, sebelum berangkat membeli bingkai untuk lukisan yang Anda miliki, ada baiknya Anda mempelajari bentuk dan desain bingkainya terlebih dulu. Ini agar Anda tak salah pilih, tentunya!

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau