PALANGKARAYA, KOMPAS.com- Sebagian besar kebutuhan pokok di Kalimantan Tengah masih dipasok dari luar provinsi tersebut. Karena itu, Kalteng amat rentan terkena inflasi dengan angka relatif tinggi.
Berbagai kebutuhan itu seperti beras, daging ayam, cabai, dan telur. Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Palangkaraya, Danes Jaya Negara di Palangkaraya, Kalteng, Selasa (1/8/2011), mengatakan, inflasi tinggi di Kalteng mudah terjadi.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kalteng, inflasi pada Mei 2011 misalnya sebesar 0,29 persen. Pada Juni 2011, inflasi Kalteng sebesar 0,95 persen dan pada Juli lalu sebesar 0,56 persen.
Danes menambahkan, produksi padi Kalteng memang surplus tapi harus diolah dulu dan itu dilakukan di luar provinsi tersebut. Banyak padi diolah dulu di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. "Lalu, beras dikirim lagi ke Kalteng sehingga tetap saja mendorong harga beras tinggi. Tentu saja inflasi mudah dipicu," ujarnya.
Sebagai upaya mencegah inflasi tak terkendali, tutur Danes, Bulog Divisi Regional Kalteng harus sering mengadakan pengecekan harga di lapangan. "Lalu, jika harga mulai naik tak terkendali, lakukan operasi pasar. Itu juga tantangan untuk meningkatkan produksi kebutuhan pokok secara lebih mandiri," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang