Harga Garam Petani Kembali Anjlok

Kompas.com - 02/08/2011, 20:48 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Memasuki panen raya, petani garam di sejumlah wilayah kembali resah. Harga garam petani kualitas I (K1) saat ini anjlok sampai Rp 400 per kilogram (kg) atau di bawah harga patokan pemerintah Rp 750 per kg.     

Ketua Umum Asosiasi Petani Garam Seluruh Indonesia (APGASI) Syaiful Rahman, Selasa (2/8/2011), mengungkapkan, ada indikasi garam impor asal India dan Australia masuk ke pasar dalam negeri dengan pintu masuk antara lain di Madura-Pamekasan, dan Banten. Harga garam impor di kisaran Rp 540 per kg atau lebih rendah dari garam lokal.     

"Masuknya garam impor di tengah panen raya telah merusak harga garam petani. Ini sangat menyengsarakan petani garam yang sedang berusaha bangkit," ujar Syaiful.     

Panen raya garam berlangsung di sejumlah wilayah mulai bulan Juli 2011 dan diperkirakan berakhir bulan November 2011. Adapun APGASI mencatat, jumlah impor garam sejak Oktober 2010 sampai Juli 2011 mencapai 3 juta ton.     

Bulan April 2011, pemerintah telah mematok kenaikan harga garam kualitas satu (K1) dari Rp 325 per kilogram menjadi Rp 750 per kilogram. Garamkualitas dua (K2) naik dari Rp 250 per kilogram menjadi Rp 550 per kilogram. Pemerintah menargetkan kenaikan produksi garam nasional sebesar 306.000 ton tahun ini.     

Keluhan serupa disampaikan Radiman, Pengurus Kelompok Garam Putera Mandiri di Kecamatan Losarang, Indramayu. Jatuhnya harga garam petani tidak berbeda dengan kondisi sebelum pemerintah menetapkan kenaikan harga dasar garam.

Tahun 2010, harga garam pernah jatuh ke titik terendah, Rp 150 per kilogram, atau di bawah harga patokan pemerintah. Tidak tertutup kemungkinan, harga garam akan kembali mencapai titik terendah.     

Syaiful menambahkan, jika pemerintah tidak segera mengatasi masalah perdagangan garam, pihaknya siap melakukan aksi unjuk rasa.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau