Jalur mudik

Jalan Bojonegoro-Ngawi Rusak

Kompas.com - 03/08/2011, 09:46 WIB

BOJONEGORO-KOMPAS.com- Kondisi sebagian besar jalan provinsi Kabupaten Bojonegoro-Kabupaten Ngawi di Jawa Timur kini rusak, sehingga belum tentu siap dipergunakan sebagai jalur alternatif pada musim mudik Lebaran mendatang. Apalagi juga terdapat tiga jembatan yang rusak yang mengharuskan arus lalu lintas dua arah bergantian melewati.

Padahal, jalan lebih kurang 50 kiloemter ini merupakan jalur alternatif bagi pemudik dari Jawa Tengah bagian selatan dan Yogyakarta atau Jatim bagian barat menuju pesisir utara seperti Lamongan, Bojonegoro dan Tuban atau arah sebaliknya. Jalur alternatif ini dapat mengurangi kepadatan di jalur tengah Madiun-Jombang-Surabaya.

Menurut pemantauan Kompas, Rabu (3/8), selepas Bojonegoro menuju Ngawi dan Cepu (Jawa Tengah), mayoritas kondisi jalan bergelombang. Kondisi jalan mulus hanya ditemukan di tengah kota Kecamatan Kalitidu dan kota Kecamatan Padangan. Sehingga pengendaraan kendaraan bermotor, baik sepeda motor maupun mobil harus memperlambat laju kendaraannya sebab bisa tergelincir. Untuk mobil rata-rata kecepatan 20-40 km per jam.

Dari wilayah Kecamatan Padangan menuju Ngawi lebih parah lagi. Di samping bergelombang, sebagian badan jalan berlobang dan struktur jalan berkelok dan naik turun. Di wilayah Kecamatan Ngraho, terdapat tiga jembatan yang rusak sehingga kendaraan dari dua arah harus lewat bergantian.

Kondisi jalan baru mulus ketika memasuki wilayah kota Kecamatan Margomulyo sampai Ngawi. Di ruas ini pengemudi cenderung melipatgandakan kecepatan setelah lepas dari kekesalan atas jalan bergelombang. Namun, justru di sini sering terjadi kecelakaan karena sebenarnya ruas Margomulyo-Ngawi termasuk jalur tengkorak mengingat kondisi jalan naik turun dan banyak tikungan tajam.  

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau