Produsen Game Final Fantasy Ajak Developer Indonesia

Kompas.com - 03/08/2011, 09:53 WIB

KOMPAS.com - Masyarakat Industri Kreatif TIK Indonesia (MIKTI) dan salah satu pengembang game terkemuka di dunia Square Enix meluncurkan kompetisi untuk mencari ide dan mobile game terbaik dari Indonesia berbasis Android, platform smartphone paling populer saat ini. Yang menarik, Square Enix memilih Indonesia sebagai negara pertama untuk menggelar kompetisi ini.

"Kami sangat senang bisa menggelar perlombaan ini di pasar yang tumbuh begitu pesat," tutur Keiji Honda, Executive Vice President and Representative Director Square Enix dalam siaran pers yang diterima Kompas.com. "Kami sudah survei ke Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, dan Filipina, tapi kami justru tertarik dengan Indonesia."

Perusahaan yang berkantor pusat di Tokyo itu merupakan penerbit games-games laris macam Final Fantasy yang terjual 100 juta unit di seluruh dunia, Dragon Quest terjual 58 juta unit di seluruh dunia, dan Tomb Raider yang terjual lebih dari 35 juta di seluruh dunia.

Perusahaan raksasa ini sangat terkesan dengan pesatnya pertumbuhan games di Asia. Tahun 2009 saja penjualan games di negara-negara Asia, termasuk China dan Indonesia, sudah mencapai angka Rp 88 triliun atau sekitar 70 persen dari pasar games dunia. Bahkan penjualan game-game berbasis mobile diperkirakan akan mencapai Rp 10 triliun tahun ini.

Rencananya, Square Enix akan mengucurkan dana untuk memasarkan games-games karya anak-bangsa tersebut ke pasar Indonesia dan belahan dunia lainnya. Square Enix akan memasarkan mobile games hasil kompetisi tersebut di Indonesia terlebih dahulu sembari melihat peluang untuk masuk ke pasar-pasar negara lain. Yang unik, para pemenang akan tetap memiliki hak cipta karyanya.

"Dalam kompetisi ini pemenangnya akan bisa terus menikmati jerih kreatifitasnya melalui royalty yang akan mereka terima setelah dipasarkan Square Enix," kata Sekretaris Jenderal MIKTI, Hari Sungkari.

Kompetisi dimulai 1 Agustus 2011. Penjurian akan dilaksanakan di Jakarta tanggal 19-22 September, dilanjutkan di Tokyo, 23-27 September. Juri akan memilih 10 ide games terbaik serta 3 games terbaik untuk mobile phones berbasis Android, OS paling dominan di dunia saat ini. Tiga Games yang sudah jadi dan 10 ide games terbaik akan dipersembahkan dalam acara ICT Award di Jakarta, 4-5 Oktober nanti.

Para pemenang dan MIKTI akan bertindak sebagai pengembang sementara Square Enix akan menyediakan total hadiah sebesar Rp 90 juta, sebagai dana awal. Selain itu mereka juga akan bertindak sebagai Publisher (Penerbit), termasuk membiayai pemasaran dan distribusi games pemenang di Indonesia dan ke seluruh dunia.

Untuk mempromosikan kompetisi ini, MIKTI akan menghadirkan Takashi Tokita, Produser Square Enix yang baru saja meluncurkan game Final Fantasy Legends untuk mobile phone. Mereka juga akan bekerjasama dengan British Council untuk menghadirkan kembali Ian Livingstone, produser legendaris games Tomb Raider dan Presiden Seumur Hidup Eidos yang kini menjadi anak perusahaan Square Enix.

Jadwal Roadshow:

- BANDUNG, Selasa, 9 Agustus 2011: ITB, Fakultas Elektro, Jurusan Games Technology

- JAKARTA, Kamis, 11 Agustus 2011: Universitas Bina Nusantara, Fakultas Ilmu Komputer, Kampus Anggrek

- YOGYAKARTA, 12 Agustus 2011: AMIKOM JOGJAKARTA, Fakultas IT & Ilmu Komputer

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau