WONOSOBO, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, merencanakan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi 18 keluarga korban kebakaran di Desa Tieng. Sembari menunggu pembangunan huntara, para korban disarankan tinggal di tempat pengungsian yang disediakan oleh pemerintah desa.
Bupati Wonosobo, Jawa Tengah, Kholiq Arief, Rabu (3/8/2011) mengatakan, setelah didata, kerugian akibat kebakaran yang menghanguskan 18 rumah warga Dusun Krajan, Desa Tieng, Kecamatan Kejajar, Wonosobo , Senin kemarin mencapai Rp 2,1 miliar. Selain perabotan rumah tangga, sebagian rumah juga berisikan timbunan tembakau kering.
Rinciannya, 12 rumah ludes terbakar, enam rumah rusak berat, dan dua rumah rusak ringan. Selain itu, terdapat pula dua warga atas nama Fikri Tahta (40) dan Nur Aini (36) yang terluka karena tertimpa bangunan saat hendak menyelamatkan diri dan sekarang dirawat di RSUD Setjonegoro.
Dinas Sosial Wonosobo, hari ini kembali mengirimkan sebanyak 50 sarung, 50 selimut, kecap dan saos masing-masing 5 dus. Sementara PMI Cabang Wonosobo membantu se jumlah peralatan mandi untuk anak-anak dan orang dewasa sebanyak empat kotak. Sedangkan bantuan dari Kantor Ketahanan Pangan sekitar 350 kilogram beras.
Kebakaran terjadi di Dusun Krajan Desa Tieng RW 6 Kecamatan Kejajar Wonosobo. Senin, sekitar pukul 17.30. Kebakaran yang menghanguskan 18 rumah tersebut.diduga dipicu ledakan tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram dari salah satu rumah warga. Tidak ada korban meninggal maupun luka dalam kejadian tersebut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang