Talenan Kayu atau Plastik, Mana Lebih Baik?

Kompas.com - 03/08/2011, 14:43 WIB

KOMPAS.com - Jika Anda gemar memasak, talenan tentu merupakan salah satu alat memasak yang wajib ada. Gunanya untuk memotong atau merajang berbagai bahan makanan. Namun, untuk memotong daging mentah yang biasanya mengandung kuman, talenan dari bahan apa yang lebih aman digunakan? Betulkah talenan dari akrilik, plastik, atau kaca lebih baik?

Perdebatan mengenai penggunaan talenan dari kayu atau plastik memang telah lama terjadi. Talenan kayu umumnya lebih berpori, sehingga membuat bakteri mudah terserap ke dalamnya. Namun, ahli mikrobiologi dari Food Research Institute di University of Wisconsin mendapati bahwa kayu memiliki sifat alami pembunuh bakteri, yang membuat bakteri akan mengering dan mati dalam 3 menit. Sedangkan talenan plastik tak hanya akan membuat bakteri tetap hidup di permukaannya (karena sifat plastik yang keras dan tak berpori), tetapi juga menggandakan diri dalam semalam.

Untuk memotong daging mentah, The Meat and Poultry Hotline menyarankan untuk menggunakan talenan dengan permukaan yang tidak berpori. Talenan kayu boleh saja digunakan, tetapi sebaiknya Anda tidak memotong bahan makanan lain setelah Anda memakainya untuk mengiris daging. Tujuannya agar kuman atau bakteri dari daging yang tertinggal di talenan tidak mengontaminasi makanan lain, apalagi yang akan langsung dikonsumsi sesudahnya.

Untuk menjaga kebersihan talenan, Anda bisa mencucinya dengan air sabun yang hangat setiap kali habis digunakan. Setelah itu, bilas dengan air bersih dan angin-anginkan, atau keringkan dengan tisu kertas. Talenan dari plastik, kaca, atau kayu yang solid, bisa dicuci di mesin pencuci piring.

Talenan kayu sebaiknya tidak direndam ke dalam air, dan harus langsung dikeringkan setelah setelah dicuci (karena bakteri lebih menyukai area yang lembab, bukan?). Talenan harus diletakkan dalam posisi berdiri di rak piring, dan bukannya mendatar.

Baik talenan kayu atau plastik bisa menjadi aus setelah lama digunakan. Begitu talenan mulai terlihat lapuk, di permukaannya banyak terdapat goresan-goresan bekas irisan pisau, dan retakan lain yang membuatnya sulit dibersihkan, sebaiknya Anda segera menggantinya dengan yang baru.

(Dari berbagai sumber)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau