Parpol

Partai SRI Berjualan Sri Mulyani

Kompas.com - 03/08/2011, 16:19 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Partai Serikat Rakyat Independen yang hari ini resmi mendaftarkan diri ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia mengaku bakal jualan nama mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Pemilu 2014.

Cikal bakal Partai SRI memang berasal dari pendirian Solidaritas Masyarakat Indonesia untuk Keadilan, organisasi yang didirikan pasca-pengunduran diri Sri Mulyani sebagai menteri keuangan setelah skandal pemberian dana talangan Bank Century menguak ke publik.

Ketua Partai SRI Daminaus Taufan mengakui, partainya didirikan oleh orang-orang yang bersimpati kepada Sri Mulyani. Bahkan, ia mengatakan, Partai SRI memang menjual nama Sri Mulyani untuk meraih simpati publik. "Kami yakin nama Ibu Sri Mulyani dikenal juga di daerah, tak hanya kalangan kelas menengah," kata Taufan.

Bagi Taufan, integritas Sri Mulyani masih akan laku dijual kepada masyarakat. Terlebih, kata Taufan, dalam masyarakat yang saat ini cenderung apatis terhadap partai politik yang kelakuan kadernya korup, sosok dengan integritas tinggi, seperti Sri Mulyani, dipercaya bakal membawa perubahan.

Masyarakat, lanjut Taufan, juga mengetahui dalam skandal Bank Century, sebenarnya Sri Mulyani tak bersalah. "Hanya pendapat orang-orang partisan yang mengatakan Ibu Sri Mulyani bersalah dalam kasus Bank Century," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau