JAKARTA, KOMPAS.com — Partai Golkar belum memutuskan tokoh yang akan diusungnya menjadi calon presiden dalam Pemilu 2014 mendatang. Namun, menurut Sekjen Golkar Idrus Marham, tokoh yang paling ideal untuk mewakili Golkar adalah Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie.
"Idealnya memang mengusung ketua umum menjadi capres," katanya kepada Kompas.com, Rabu (3/8/2011).
Idrus mengatakan, pencalonan Aburizal memang sudah bergulir sejak awal kepemimpinannya. Namun, menurut Idrus, mantan Menko Kesra itu masih belum memberikan jawaban atas dukungan yang diberikan para koleganya di partai beringin. Golkar sendiri belum memutuskan. Ia mengungkapkan, Golkar akan berhati-hati dan tidak merasa kehadiran tokoh-tokoh lain yang sudah diusung sejumlah partai, seperti Sri Mulyani dan Prabowo Subianto, tidak menjadi ancaman bagi Golkar.
"Golkar tidak melihat itu sebagai ancaman, bahkan Pak Ical ingin memenangi pertarungan politik di atas lawan, jadi ingin secara konseptual menang," katanya.
Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso membenarkan bahwa Golkar belum melakukan pembicaraan resmi mengenai calon presiden yang akan diusung ke depannya. Forum baru akan digelar pada tahun 2012. Saat ini, partai masih berkonsentrasi untuk membangun hubungan baik dengan masyarakat.
"Saat itu, kami akan usung sendiri calon dari kami, bukan dari ekstern. Sudah tentu Golkar tak kurang tokoh, tapi sudah tentu, seperti ketua umum partai di tempat-tempat lain, ketum partai kami yang paling diunggulkan. Tapi ini bukan untuk kami putuskan di hari-hari ini. Sampai hari ini Pak Ical masih belum berani jawab karena melalui mekanisme saja yang demokratis," katanya.
Golkar sendiri, lanjutnya, juga belum berpikir akan menggandeng Sri Mulyani dalam peta politik ke depan. Namun, secara pribadi, Priyo mengatakan kurang sreg dengan figur Sri Mulyani yang dekat dengan pihak asing.
"Satu saja pesan saya, lebih bagus kalau tidak ada embel-embel asing. Semua berhak (mencalonkan diri), tapi mestinya tanpa restu dari asing, seorang calon harus bisa lebih firm untuk maju," tandasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang