MERAUKE, KOMPAS.com — Puluhan sekolah negeri dan swasta di pedalaman Merauke, Papua, telantar, rusak, dan kurang ruang kelas. Akibatnya, proses belajar mengajar tidak maksimal dan terganggu sehingga merugikan siswa.
"Masih banyak terdapat gedung sekolah yang rusak. Ruang kelas untuk proses belajar mengajar juga kurang. Ini terutama di daerah pedalaman dan terpencil," ujar Vincentius Mekiuw, Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Merauke, dalam Simposium Pendidikan di Universitas Musamus Merauke, Merauke, Papua, Rabu (3/8/2011).
Sebelumnya, menurut Vincentius, setidaknya ada 50 sekolah dasar negeri ataupun swasta dalam kondisi telantar. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2010, ada 202 SD negeri dan swasta di Merauke, 54 SMP/SMPLB/MTs, dan 34 SMA/SMK/SMALB. Sarana pendukung pendidikan juga belum memadai.
Pihaknya mengakui belum sepenuhnya layanan pendidikan, baik di tingkat dasar maupun menengah, menjangkau seluruh lapisan masyarakat, khususnya di daerah-daerah terpencil dan sangat terpencil.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang