Pilgub dki jakarta 2012

Koalisi Partai Sulit Ajukan Fauzi Bowo

Kompas.com - 03/08/2011, 23:44 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Empat partai yang tergabung dalam Panitia Bersama (Panbers) tidak akan mengusung bakal calon gubernur DKI Jakarta yang tidak dicalonkan partainya sendiri. Hal itu berlaku pula untuk gubernur aktif Fauzi Bowo.

"Kalau kita mencalonkan orang tertentu tapi partainya sendiri tidak mencalonkan, kira-kira elok enggak? Etikanya masuk enggak?" kata Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta M Taufik dalam acara buka puasa bersama di kantor DPD Gerindra, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat.

Pernyataan ini disampaikannya menjawab pertanyaan terkait pencalonan kembali Fauzi Bowo atau Foke untuk periode kedua pada Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) DKI Jakarta pada 2012. Foke kemungkinan besar tidak lagi didukung oleh parpolnya, Partai Demokrat, karena partai ini disebut-sebut akan mengusung Nachrowi Ramli sebagai kandidat DKI-1.

Panbers yang terdiri atas Partai Golkar, Gerindra, Hanura, dan Partai Damai Sejahtera (PDS) saat ini tengah melakukan penggodokan atas sejumlah nama yang diperkirakan potensial sebagai bakal calon (balon) Gubernur DKI periode mendatang.

Taufik mengatakan, kedua sosok tersebut memiliki tingkat popularitas tinggi. Namun, pencalonan mereka akan berimbas juga pada pandangan masyarakat terhadap Panbers.

"Itu salah satu bahan yang didiskusikan di Panbers. Pak Nachrowi adalah Ketua DPD (Demokrat DKI), sedangkan Pak Foke adalah dewan pembina Partai Demokrat," lanjutnya.

Ia menambahkan, andaikan koalisi partai tersebut ingin mengajukan nama Fauzi Bowo, maka ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. "Misalnya, (Foke) keluar dulu dari Demokrat. Tawaran ini sudah kami sampaikan," sambung Taufik.

Ia menilai bahwa calon yang diusung dari luar parpol akan memiliki kans lebih bagus. Calon seperti ini, menurutnya, lebih bebas kepentingan dan benturan politik. "Dari luar partai akan lebih bagus. Misalnya, Pak Djan Faridz yang adalah tokoh ormas (NU)," kata Taufik.

Walaupun akan berusaha mengegolkan balon dari lingkup Panbers, Taufik mengungkapkan pihaknya tetap mengadakan pendekatan terhadap partai-parta besar lain. "Dengan Demokrat, PKS, dan PDIP, kami tetap lakukan pendekatan. Tujuannya kan calon kami yang menjadi gubernur," tandasnya.

Dalam Pemilukada DKI 2012, hanya dua parpol yang memiliki hak untuk mengajukan gubernur, yaitu Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera. Keduanya memenuhi batas minimum hak pengajuan, yaitu 15 persen keterwakilan dalam Pemilukada lalu.

Parpol lainnya harus berkoalisi agar memiliki hak untuk mengajukan calon. Karena itu, ia berpandangan segala kemungkinan koalisi masih terbuka. "Panbers masih bisa berkoalisi dengan partai mana pun," kata Taufik.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau