Cantona Mati Sebelum Fergie

Kompas.com - 04/08/2011, 05:51 WIB

MANCHESTER, KOMPAS.com — Legenda Manchester United (MU), Eric Cantona, mengaku tak berminat menggantikan Sir Alex Ferguson. Menurutnya, Fergie akan terus melatih "Setan Merah" sampai akhir hayatnya.

"Mungkin aku akan mati sebelum Sir Alex. Saya yakin dia akan ada di bangku cadangan selamanya. Itu hidupnya. Dia pernah menjadi pemain yang bagus dan dia telah menjadi manajer yang hebat untuk Manchester United," beber Cantona, yang bermain untuk MU selama lima tahun sebelum akhirnya pensiun pada 1997.

Fergie melatih "Setan Merah" sejak 1986. Selama 25 tahun, pelatih asal Skotlandia itu telah mempersembahkan 47 trofi sehingga tidak heran bila dia disebut sebagai pelatih tersukses dalam sejarah sepak bola Inggris.

Segala kejayaan itu tidak membuat Fergie puas dan berpikir untuk mengakhiri kariernya. Sejauh ini, Fergie memang masih menyisakan teka-teki kapan dirinya pensiun meskipun telah berusia 69 tahun.

Boleh jadi, Fergie belum berpikir pensiun karena ia menilai pekerjaan telah membantunya tetap sehat. Baginya, mungkin, pensiun hanya akan berdampak sebaliknya.

Beberapa pelatih hebat, seperti Jose Mourinho, Pep Guardiola, dan Laurent Blanc, disebut-sebut kandidat kuat pengganti Fergie. (SL)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau