Lalu lintas ibu kota

Ramadhan, Ada Pergeseran Waktu Macet

Kompas.com - 04/08/2011, 14:39 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sepanjang bulan Ramadhan, kemacetan di ruas-ruas jalan utama sedikit berkurang dan mengalami pergeseran waktu. Demikian keterangan pihak Traffic Management Center (TMC) Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya.

"Kemacetan pagi berkurang dan ada pergeseran waktu macet," kata Komisaris  Purwono T, Kepala Sub Bagian Teknologi Informasi TMC kepada Kompas.com di kantornya, Kamis (4/8/2011).

Berkurangnya kemacetan di pagi hari diduga karena sebagian pengguna jalan langsung berangkat kerja seusai sahur. "Pagi lebih cepat (terurai). Lalu lintas sudah landai lagi sekitar jam sembilan pagi," ungkap Purwono.

Pada sore hari kepadatan lalu lintas mulai dan berakhir lebih awal. "Jam tiga sore sudah mulai padat sampai waktu buka puasa," katanya menerangkan waktu macet di sore hari.

Keinginan sebagian besar pengguna jalan untuk berbuka puasa bersama keluarga di rumah menjadi alasan lebih awalnya kemacetan terurai.

Dalam pantauan Kompas.com, kemacetan menjelang waktu berbuka puasa beralih dari jalan-jalan utama dalam kota ke arah pinggiran, misalnya di Jalan Fatmawati, Jakarta Selatan, ke arah Cinere, Jalan Raya Ciputat, dan Jalan Kalimalang ke arah Bekasi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau