Salurkan Kembali Kredit Usaha Tani

Kompas.com - 04/08/2011, 20:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Asosiasi Produsen Perbenihan Hortikultura Indonesia (Hortindo) meminta pemerintah kembali menyalurkan kredit usaha tani berbunga rendah untuk mengembangkan pertanian hortikultura.

Penyaluran kredit usaha tani itu juga harus disertai dengan pendampingan agar dapat berputar dan kembali dengan baik.            

"Pemerintah jangan trauma dengan kegagalan kredit usaha tani di masa lalu dan enggan menyalurkan kredit pertanian yang baru. Kredit usaha tani tanpa agunan diperlukan untuk mengembangkan pertanian hortikultura Indonesia, agar petani Indonesia mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri dan tidak kalah dengan produk impor," kata Tantono Subagyo, salah satu deklarator pendirian Hortindo, seusai kongres pertama di Jakarta.            

Tantono, yang merupakan Manager Hubungan Pemerintah dan Regulator PT Syngenta Indonesia, mengatakan, saat ini banyak BPR menyediakan kredit tanpa agunan tetapi bunganya mencapai 36 persen sampai 60 persen per tahun. Bunga itu jelas sangat memberatkan para petani.            

"Kami sebagai asosiasi baru akan membantu memberi masukan pada pemerintah untuk menyalurkan kredit berbunga rendah bagi petani. Kami juga akan menyediakan benih unggul tahan hama dan penyakit agar para petani mendapat keuntungan besar dari budidaya tanaman sayur, buah, bunga, dan jagung manis," kata Tantono. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau