ENDE, KOMPAS.com -- Guna mencegah kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Kabupaten Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur, dan sekitarnya, Terminal BBM Ende memperketat pengendalian stok.
"Di terminal Pertamina maupun SPBU tidak boleh BBM sampai kosong. Jika persediaan BBM tinggal enam hari, misalnya, kami akan segera meminta pasokan ke pusat," kata Pengawas Penerimaan Penyaluran Penimbunan dan Quality Quantity (PSWP3 dan QQ) Terminal BBM Kabupaten Ende, Hasan RA, Kamis (4/8/2011) di Ende.
Menurut Hasan, stok premium untuk wilayah Ende, Nagekeo, dan Ngada hari ini sebanyak 700 kiloliter (kl), hal itu cukup untuk kebutuhan 10 hari ke depan. Solar 1.000 kl (10 hari), minyak tanah 650 kl (kekuatan 22 hari), dan avtur 758 kl (untuk 78 hari).
Di sisi lain Hasan juga mengingatkan, terkait makin banyaknya jumlah pengecer di wilayah kota Ende diharapkan Pemkab Ende dapat melakukan penertiban. Karena, dikhawatirkan jumlah pengecer yang tak terkendali dapat mengganggu pelayanan pada masyarakat di SPBU, karena stok menjadi makin terbatas, dan rawan pula terjadi penyalahgunaan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang