Kapal terbakar

Adpel Minta Penumpang Disiplin

Kompas.com - 04/08/2011, 21:49 WIB

BANDAR LAMPUNG, KOMPAs.com - Kebakaran di kapal kadang-kadang erjadi di perlintasan padat Merak Bakauheni. Untuk mencegah hal serupa terjadi lagi, penumpang diwajibkan disiplin mematuhi aturan.

Pada Rabu (3/8/2011) malam Pukul 19.30 WIB, terjadi kebakaran ringan di dek atas KM BSP I yang berlayar dari Merak, Banten, menuju ke Bakauheni, Lampung. Peristiwa yang dipicu terbakarnya dua unit minibus travel ini, merusak sebuah unit genset jangkar di kapal.

"Namun kapal masih bisa bergerak. Lokasi kejadian dekat dengan pelabuhan. Jangkar masih dapat berfungsi karena ada genset cadangan," ujar Muhammad Ali, Administratur Pelabuhan (Adpel) Bakauheni, Kamis (4/8/2011).

Meskipun tidak rusak parah dan masih dapat beroperasi, untuk kepentingan penyelidikan, ungkap Ali, kapal itu kini tengah diistirahatkan. Saat ini Inspektorat Kementerian Perhubungan menurunkan tim untuk menyelidiki kejadian ini.

Namun dari hasil penelusuran sementara, ungkap Ali, terbakarnya dua mibibus bernomor polisi AG 7254 S dan BH 7303 Av yang diparkir didek atas kapal itu diduga terjadi akibat kelalaian penumpang. Sumber api, dari penelusuran sementara, datangnya dari salah satu mobil.

"Biasanya, hal seperti ini terjadi karena perilaku penumpang," ujarnya.

Perilaku dimaksud, ungkapnya, antara lain menghidupkan mesin saat kapal masih berlayar atau menyalakan rokok di dek kapal. " Padahal, sudah berkali-kali pula penumpang itu kami imbau tidak menyalakan mesin atau merokok di kapal," ujarya.

Kebakaran terjadi ketika kapal memasuki alur pelayaran Pelabuhan Bakauheni. Api berusaha dipadamkan menggunakan hidran yang ada di dalam kapal. Saat kebakaran itu terjadi, diketahui penumpang panik. Bahkan, ada yang menceburkan diri ke laut.

Menurut Hadi, karyawan Pelabuhan Bakauheni, kejadian ini sempat mengakibatkan antrean kendaraan di Dermaga I, tempat kapal ini bersandar Rabu (3/8) malam. Namun, antrean itu mulai teratasi setelah kapal ini dpindahkan ke dermaga lainnya.

Tidak ada korban

Secara terpisah, Manajer Operasional PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni Lampung, Heru Purwanto, mengatakan, tidak ada korban jiwa dari kejadian ini. Ketika itu, KM BSP I mengangkut 413 penumpang. Kapal cepat diselamatkan karena peristiwa itu terjadi di dekat pelabuhan. Sejumlah pemadam kebakaran di areal pelabuhan dikerahkan untuk memadamkan api.

Di Pelabuhan Bakauheni hingga kini belum tersedia kapal pemadam kebakaran. Dikhawatirkan hal ini menyulitkan penanganan kebakaran kapal yang terjadi di tengah laut.

"Kapal pemadaman baru ada di Merak. Namun, untuk Lebaran nanti, mungkin saja itu bisa mobile, ujar Ali.

Setahun ini, telah terjadi dua kali kebakaran kapal di jalur Merak-Bakauheni. Peristiwa terbakarnya kapal juga terjadi di Januari lalu yang menewaskan sejumlah penumpang, yaitu KM Laut Teduh.

Ali mengatakan, pihaknya berharap agar penumpang kapal lebih disiplin dan peduli keselamatan, dengan cara mematuhi ketentuan yang berlaku di atas kapal. Ia berharap setiap operator kapal kembali mengingatkan soal larangan di atas kapal, khususnya tidak menyalakan mesin dan tinggal di dalam kendaraan. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau