JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumatera Barat Sutan Bagindo Fahmi legawa menerima keputusan panitia seleksi calon pimpinan (capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tidak meloloskan dirinya dalam seleksi tahap tiga capim KPK.
"Ya sudah, ini kan hasil yang terbaik dari pansel, ikhlas saja," kata Fahmi saat dihubungi, Kamis (4/8/2011).
Fahmi juga mengaku percaya bahwa keputusan Pansel kali ini tidak berkaitan dengan tudingan M Nazaruddin, tersangka kasus dugaan suap pembangunan wisma atlet SEA Games terhadapnya.
"Saya percaya pada Pansel, saya berpikir positif saja," ujarnya.
Seperti diberitakan, M Nazaruddin yang kini buron melontarkan tudingan-tudingan kepada sejumlah pihak termasuk ke Fahmi. Saat Fahmi tengah mengikuti proses seleksi capim KPK, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat itu menuding Fahmi memberikan Rp 1 miliar kepada Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Anas Urbaningrum. Imbalannya, Anas akan meloloskan Fahmi dalam proses seleksi capim KPK.
Tudingan Nazaruddin tersebut lantas dibantah Fahmi. Dia mengatakan bahwa Nazaruddin justru mengancamnya karena Fahmi tidak mau mengabulkan permintaan Nazar untuk "mengamankan" kasus dugaan korupsi pada pembangunan RSUD Sungai Dareh, Damas Raya, Sumatera Barat. Menurut Fahmi, Nazaruddin menjual nama Anas Urbaningrum saat melobinya.
Menindaklanjuti tudingan terhadap Fahmi, Jaksa Agung Muda Pengawasan Marwan Effendi telah mengklarifikasikannya kepada Fahmi. "Menurut Fahmi, semua tudingan itu tidak benar," kata Marwan.
Nama Bagindo Fahmi tidak termasuk dalam daftar 10 orang peserta seleksi capim KPK yang lolos ujian tahap tiga berupa profile assessment yang digelar pada Selasa (2/8/2011).
Saat ditanya kegagalan Fahmi tersebut dipengaruhi tudingan Nazaruddin, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Patrialis Akbar selaku Ketua Pansel KPK enggan berkomentar. "Kita tidak menyatakan seseorang tidak lulus karena apa, tapi itu hasil akhir yang dilaksanakan Pansel secara maksimal dengan perdebatan yang demokratis," kata Patrialis.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang