Bagindo Fahmi: Ini Hasil Terbaik Pansel

Kompas.com - 04/08/2011, 22:46 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumatera Barat Sutan Bagindo Fahmi legawa menerima keputusan panitia seleksi calon pimpinan (capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tidak meloloskan dirinya dalam seleksi tahap tiga capim KPK.

"Ya sudah, ini kan hasil yang terbaik dari pansel, ikhlas saja," kata Fahmi saat dihubungi, Kamis (4/8/2011).

Fahmi juga mengaku percaya bahwa keputusan Pansel kali ini tidak berkaitan dengan tudingan M Nazaruddin, tersangka kasus dugaan suap pembangunan wisma atlet SEA Games terhadapnya.

"Saya percaya pada Pansel, saya berpikir positif saja," ujarnya.

Seperti diberitakan, M Nazaruddin yang kini buron melontarkan tudingan-tudingan kepada sejumlah pihak termasuk ke Fahmi. Saat Fahmi tengah mengikuti proses seleksi capim KPK, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat itu menuding Fahmi memberikan Rp 1 miliar kepada Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Anas Urbaningrum. Imbalannya, Anas akan meloloskan Fahmi dalam proses seleksi capim KPK.

Tudingan Nazaruddin tersebut lantas dibantah Fahmi. Dia mengatakan bahwa Nazaruddin justru mengancamnya karena Fahmi tidak mau mengabulkan permintaan Nazar untuk "mengamankan" kasus dugaan korupsi pada pembangunan RSUD Sungai Dareh, Damas Raya, Sumatera Barat. Menurut Fahmi, Nazaruddin menjual nama Anas Urbaningrum saat melobinya.

Menindaklanjuti tudingan terhadap Fahmi, Jaksa Agung Muda Pengawasan Marwan Effendi telah mengklarifikasikannya kepada Fahmi. "Menurut Fahmi, semua tudingan itu tidak benar," kata Marwan.

Nama Bagindo Fahmi tidak termasuk dalam daftar 10 orang peserta seleksi capim KPK yang lolos ujian tahap tiga berupa profile assessment yang digelar pada Selasa (2/8/2011).

Saat ditanya kegagalan Fahmi tersebut dipengaruhi tudingan Nazaruddin, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Patrialis Akbar selaku Ketua Pansel KPK enggan berkomentar. "Kita tidak menyatakan seseorang tidak lulus karena apa, tapi itu hasil akhir yang dilaksanakan Pansel secara maksimal dengan perdebatan yang demokratis," kata Patrialis.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau