NEW YORK, KOMPAS.com — Harga minyak mentah turun lebih dari 5 persen pada Kamis (4/8/2011) waktu setempat (Jumat pagi WIB) ke level terendah sejak Februari 2011 karena pelemahan ekonomi global dan krisis utang zona euro mengancam pengurangan permintaan energi dunia.
Kontrak utama New York, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate untuk pengiriman September turun 5,30 dollar AS menjadi ditutup pada 86,63 dollar AS per barrel, atau jatuh 5,8 persen. Itu adalah harga penutupan terendah untuk WTI sejak Februari.
Minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman September turun 5,98 dollar AS menjadi menetap pada 107,25 dollar AS per barrel, atau turun 5,3 persen. "Ketakutan resesi ganda (double dip) dengan perlambatan di AS dan situasi utang negara di Eropa telah membuat semua orang menggigit kuku mereka," kata Adam Sieminski, Kepala Ekonom Energi Deutsche Bank. Penurunan tajam harga minyak terjadi karena pasar saham di Amerika Serikat dan Eropa jatuh lebih dari 3 persen di tengah kekhawatiran ekonomi global.
Di AS, konsumen minyak terbesar dunia, laporan klaim penganggur menambahkan kekhawatiran bahwa ekonomi AS yang lesu akan gagal meningkatkan tenaganya pada paruh kedua 2011 dan bahkan mungkin kembali ke resesi.
Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan, klaim mingguan untuk tunjangan penganggur tetap tinggi, 400.000 pada minggu lalu, karena PHK oleh pengusaha dan pemerintah berlanjut, sementara penciptaan lapangan kerja baru tetap lamban.
Di Eropa, pasar masih diganggu oleh kekhawatiran bahwa Italia dan Spanyol yang sarat utang bisa ditelan oleh krisis utang zona euro yang bergerak cepat. Kedua negara itu telah mengalami lonjakan biaya pinjaman dalam beberapa hari terakhir.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang