PBSI Masih Rayu Taufik Main di SEA Games

Kompas.com - 05/08/2011, 13:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengurus Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) masih berupaya merayu pebulu tangkis tunggal putra Taufik Hidayat untuk membela Indonesia di SEA Games, November mendatang. Taufik dinilai masih yang terbaik dan diharapkan bisa menyumbang emas.

"Kami memang masih merayu dia untuk tampil di SEA Games. Sebelumnya dia bilang kemungkinan absen karena ingin memberikan kesempatan buat pemain muda," kata Wakil Ketua Umum I PBSI Sabar Yudho di Jakarta, Jumat (5/8/2011).

Menurut Sabar, Taufik baru akan mengambil keputusan pasti seusai Kejuaraan Dunia di London, tanggal 8-14 Agustus. "Ya, di sela-sela Kejuaraan Dunia, kami akan rayu terus," ujarnya.

Akan tetapi, PBSI, kata Sabar, akan bisa memahami jika Taufik tidak bersedia tampil. "Kita memang masih punya Simon Santoso, Hayom, dan Sony, tetapi peluangnya akan lebih besar jika Taufik ikut main," ungkap Sabar.

Dengan tidak tampilnya pemain nomor satu dunia asal Malaysia Lee Chong Wei, peluang Indonesia terbuka. Namun, pemain Thailand Boonsak Ponsana dan pemain Vietnam Nguyen Tien Minh bisa menjadi batu sandungan.

Pada SEA Games di Laos tahun 2009, Indonesia menyabet medali emas di sektor tunggal putra lewat Simon Santoso. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau