JAKARTA, KOMPAS.com - Tekanan yang dialami Bursa Efek Indonesia atau BEI merupakan fenomena yang terjadi secara global. Namun, Indonesia tetap harus selalu waspada terhadap setiap perkembangan.
"Memang bursa kita terkoreksi 4-5 persen saat dibuka tadi pagi. Namun, itu bukan fenomena Indonesia saja, tetapi fenomena global. Jadi kita jangan terlalu khawatir," ujar Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa di Jakarta, Jumat (5/8/2011).
Menurut Hatta, Indonesia telah siap menghadapi tekanan di pasar modal dengan Protokol Manajemen Krisis. Protokol itu sudah dimiliki oleh pemerintah dan Bank Indonesia.
"Mitigasi tetap ada. Sehingga jangan terlalu khawatir berlebihan, sebab kami sudah punya beragam instrumen," katanya.
Sentimen negatif bursa global dan regional langsung berimbas ke pergerakan IHSG. Indeks melemah cukup dalam sebesar 192,32 poin atau sekitar 4,67 persen di awal pembukaan, Jumat (5/8/2011).
Tepat pada saat perdagangan dibuka, IHSG sudah di bawah posisi kemarin saat ditutup di level 4.122,09. Indeks dibuka di level 4.119,88. Pelemahan indeks dalam negeri terjadi dalam tiga hari terakhir.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang