JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia belum cemas dengan anjloknya bursa regional dan global. Bank sentral melihat anjloknya bursa global bersifat sementara.
Bahkan, Direktur Riset dan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, dalam jangka panjang aliran dana asing akan tetap membanjiri Indonesia. Di sisi lain, dia mengatakan, mata uang rupiah masih cenderung menguat dengan ditopang cadangan devisa nasional yang mencapai 122 miliar dollar AS. "Nothing to worry lah," pungkas Perry, Jumat (5/8/2011).
Bank Indonesia juga akan tetap menjaga perkembangan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. Hal itu konsisten dengan capaian sasaran inflasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Asal tahu saja, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini (5/8/2011) anjlok mengikuti gerakan bursa global. Hingga pukul 14.13 WIB, IHSG sudah melemah sebesar 6,07 ppersen ke level 3.871,38. Kejatuhan indeks ini disinyalir karena sentimen negatif dari pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat dan krisis utang negara Eropa. (Astri Karina Bangun/Kontan)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang