BANDARLAMPUNG, KOMPAS.com- Dibutuhkan biaya setidaknya Rp 40 miliar untuk menyambungkan listrik PLN ke areal pertambakan Bumi Dipasena di Rawajitu, Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung. Biaya itu digunakan untuk menarik jaringan listrik dari gardu induk di Menggala sejauh 111 kilometer.
Demikian diungkapkan Manajer Bidang Perencanaan PT PLN Wilayah Lampung, Hadi Suhana, di sela-sela pertemuan mediasi tertutup terkait persoalan tambak di Dipasena yang diadakan Komnas HAM di Bandar Lampung, Jumat (5/8/2011) hari ini.
Ia mengatakan, pihaknya telah melakukan survei rute-rute yang akan dilalui jaringan listrik PT PLN dari Menggala. Rencananya, aliran listrik berkekuatan 20 kilovolt ampere (KVA) itu akan disalurkan lewat kabel 20 kilovolt atau 70 kv. Listrik sebesar ini cukup untuk melayani 7.400 keluarga petambak di Rawajitu.
Penarikan listrik dari gardu induk Menggala adalah rencana jangka pendek PLN, untuk mengaliri listrik di tambak Dipasena. Solusi jangka panjang adalah membangun gardu induk di Rawajitu yang terkoneksi langsung dengan pembangkit listrik di Sumatera Selatan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang