JAKARTA, KOMPAS.com - Sosok bekas Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati diprediksi akan ditimang-timang sebagai pesaing kuat dalam Pemilu Presiden 2014. Hanya saja, kondisinya tak serupa untuk Partai Serikat Rakyat Independen (SRI) yang berniat mengusung Sri Mulyani.
Di tahap awal sekali, Partai SRI yang baru berdiri harus menjalani verifikasi untuk bisa menjadi peserta Pemilu 2014.
Karenanya, sulit meyakini bahwa Partai SRI akan langsung melejit memenangi suara dan kursi mayoritas dalam pemilu mendatang. Merujuk syarat pengajuan pasangan calon presiden, besar kemungkinan bahwa dibutuhkan koalisi beberapa parpol untuk benar-benar mengusung Sri Mulyani sebagai calon presiden.
Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Ikrar Nusa Bhakti di Jakarta, Jumat (5/8/2011), mengungkapkan, figur Sri Mulyani akan menarik parpol yang tidak memiliki figur yang kuat untuk dimajukan sebagai calon presiden.
Misalnya saja, ada kemungkinan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengusung Sri Mulyani digandengkan dengan Mahfud MD yang kini masih Ketua Mahkamah Konstitusi. Demikian juga Partai Persatuan Pembangunan yang belum punya figur amat kuat untuk Pemilu Presiden.
Jika Partai Keadilan Sejahtera bisa menyepakati soal bahwa perempuan boleh menjadi pemimpin, Sri Mulyani pasti masuk bursa kandidat. Bahkan Partai Amanat Nasional (PAN) yang kini masih menjagokan Ketua Umum Hatta Rajasa, bisa saja berbalik haluan ke Sri Mulyani.
Hanya saja, Ikrar berharap agar Sri Mulyani dan pendukungnya bersikap selektif memilih mitra koalisi. Idealnya, koalisi dibangun berdasarkan kesamaan visi dan misi. Hanya saja Ikrar berharap agar Sri Mulyani menolak andai saja ia dipinang Partai Demokrat.
Alasannya? "Bagi saya, Partai Demokrat sudah telanjur buruk," pungkas Ikrar.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang