Pemerintah Harus Pelototi Furnitur Impor "Da Vinci"

Kompas.com - 05/08/2011, 18:29 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Untuk mencegah kejadian penipuan yang merugikan konsumen, Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) meminta pemerintah membentuk tim komprehensif untuk memeriksa dan meneliti setiap produk impor Da Vinci yang masuk Indonesia.

Ketua Asmindo Ambar Tjahyono di Jakarta, Jumat (5/8/2011), mengingatkan konsumen soal pemalsuan furnitur merk Da Vinci karena kasus tersebut di China dikhawatirkan juga akan terjadi di Indonesia. Ambar beralasan selama ini masih sebatas bea cukai di bandara atau pelabuhan.

"Mereka tidak periksa itu mebel dari mana, siapa yang impor, pemberian label di mana. Harusnya penelusuran sampai ke pusat penjualan produknya," papar Ambar.

Selain itu, dia mendesak pemerintah melengkapi semua produk impor dengan Surat Keterangan Asal-Usul dari Kementerian Perindustrian setempat sehingga konsumen mendapat jaminan atas produk yang dibelinya.

"Sampai sekarang memang belum ada yang komplen, tapi kami ingin ingatkan saja supaya konsumen berhati-hati," ungkap Ambar.

Ambar menuturkan, sejumlah konsumen yang membeli perabot dari Da Vinci di China marah. Pasalnya, para pembeli ini merasa tertipu atas kualitas produk tersebut. Da Vinci, adalah jaringan toko penjual mebel mewah berbasis di Singapura. Jaringannya tersebar dari Jakarta hingga China.

Para pembeli merasa tertipu lantaran Da Vinci semula mengaku mebel yang dijual berasal dari luar negeri. Bahan-bahan produksi mebel itu pun eksklusif.

Hasil investigasi sebuah stasiun televisi China menunjukkan, sebagian besar produk Da Vinci dibuat di dalam negeri. Pabriknya berada di Provinsi Guandong. Bahannya bukan terbuat dari kayu langka melainkan polimer dan bahan kimian lainnya.

Namun, Presiden Direktur DaVinci Furniture Ltd. Doris Phua dalam siaran video itu membantah hal tersebut. Atas kejadian itu, Asmindo meminta Da Vinci jujur.

"Kalau made in China, tulis saja begitu, jangan pakai label merk internasional," ujar Ambar. (Dani Prasetya)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau