Jambore pramuka dunia

Pramuka Indonesia Usul Solusi Perubahan

Kompas.com - 05/08/2011, 20:08 WIB

KRISTIANSTAD, KOMPAS.com - Persoalan perubahan iklim yang mengancam dunia saat ini, diperkenalkan kepada anggota Pramuka muda yang ikut dalam Jambore Pramuka Dunia di Bumi Perkemhan Rinkaby, Kristianstad, Swedia.

Pengenalan isu soal perubahan iklim di kalangan peserta Pramuka berusia 14-17 tahun, misalnya dikemas dalam forum jambore yang digagas Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).

 

Bahkan, pendapat dan masukan dari anak-anak muda anggota Pramuka yang dalam forum ini diikuti 69 negara, dinyatakan akan dibawa sebagai masukan pada pelaksanaan Conference on Climate Change (COP17) di Afrika Selatan pada tahun ini.

 

Perwakilan dari Indonesia yakni Muhammad Rifai Anugerah dari Sulawesi Selatan dan Fanny Marsella Maharani Yudris dari Jawa Tengah, mampu memasukkan Indonesia sebagai salah satu negara yang programnya dalam mengatasi perubahan iklim didukung banyak negara lain.

Tim Indonesia bersama negara-negara berkembang lainnya, mengusulkan untuk menjaga kelestarian alam untuk menghadapi perubahan iklim. Usul ini mendapat dukungan kedua terbanyak untuk solusi mengatasi perubahan iklim dalam konferensi iklim dunia nanti.

 

Solusi ini sangat menekankan kerja sama internasional untuk mempertahankan hutan yang ada, dan menciptakan banyak hutan baru tanpa merusak lingkungan. Untuk itu, gerakan menanam pohon mesti dilakukan secara serius oleh banyak pihak di seluruh dunia.

 

"Forum diskusi dan tukar pendapat seperti ini, membuat anggota Pramuka jadi tahu persoalan dunia. Saya merasa bangga suara anggota Pramuka muda dari berbagai negara, termasuk Indonesia, didengar dan akan dibawa ke forum dunia yang dibahas ornag-orang penting," kata Fanny.

 

Selan itu, dukungan tim Indonesia atas usul Amerika Serikat yang menyatakan perlunya pendidikan soal lingkungan hidup secara lebih lanjut bagi anak-anak muda, juga mendapat dukungan ketiga terbanyak. Dengan sosialasi yang internsif termasuk dengan memanfaatkan jejaring sosial, kegiatan Pramuka diyakini dapat mendorong anak-anak muda untuk mau ambil bagian dalam melindungi lingkungan hidup.

 

Brata T Hardjosubroto, Ketua Kontingen Pramuka Indonesia untuk Jambore Pramuka Dunia, mengatakan, kepedulian terhadap persoalan lingkungan hidup juga menjadi salah satu perhatian gerkan prmauka di Indonesia.

"Tentu saja kami bangga anggota Pramuka Indonesia mampu memberikan usulan, dan mendukung usulan yang akan dibawa ke forum lingkungan hidup dunia, dalam mengatasi masalah perubahan iklim yang menjadi ancaman dunia saat ini," kata Brata.

 

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau