CILEGON, KOMPAS.com — Nasib naas harus ditanggung para sopir truk yang hendak menyeberang dari Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten. Pasalnya, mereka belakangan ini kembali harus mengantre sebelum truknya dapat masuk ke dalam Pelabuhan Merak.
Ditemui saat sedang berdiri di samping truknya yang terjebak macet di ruas Cikuasa Atas, Marli, sopir truk pengangkut barang kelontong dari Jakarta tujuan Medan, Sumatera Utara, mengatakan, truknya mengantre di Gerbang Tol Cilegon Timur (posisinya di Km 87 Tol Tangerang-Merak) pada Sabtu kemarin pukul 19.00. Namun, hingga Minggu (7/8/2011) pukul 15.00, truknya masih terjebak antrean dekat pangkal jalan layang Cikuasa Atas.
Sebagai gambaran, ruas Cikuasa Atas adalah poros penghubung Tol Tangerang-Merak dengan Pelabuhan Merak. Artinya, Marli butuh waktu hingga 20 jam hanya untuk menempuh jarak 15 km. Truknya pun masih harus mengantre setibanya di dalam area Pelabuhan Merak sebelum dapat naik ke feri yang sandar di dermaga.
"Harusnya pemerintah segera cari solusi supaya macet di Merak tidak terus berulang seperti ini," kata Marli.
Sementara itu, data dari PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan Indonesia Ferry (Persero) Cabang Merak menyebutkan, pada Minggu dari pukul 08.16 hingga pukul 14.00, sebanyak 25 unit feri beroperasi di lintas Merak-Bakauheni.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang