Bangun Nasionalisme, Timnas Ziarah ke Makam Soekarno

Kompas.com - 07/08/2011, 18:40 WIB

MALANG, KOMPAS.com - Seluruh pemain timnas U-23, yang sedang menjalani latihan di Kota Batu, Jawa Timur, melakukan ziarah ke makam Presiden pertama RI, Soekarno, di Blitar. Ziarah ke makam pendiri bangsa itu juga diikuti oleh para pelatih timnas U-23, seperti Rahmad Darmawan dan Aji Santoso.

Rahmad Darmawan mengatakan, kedatangan pemain timnas U-23 ke Blitar itu untuk memenuhi undangan buka puasa bersama Wali Kota Blitar di pendopo balaikota setempat. Hari ini timnas U-23 tidak menjalani latihan sehingga mereka memiliki waktu luang untuk menghadiri undangan tersebut.

"Sekalian ziarah ke makam Bung Karno (untuk) belajar character building kebangsaan," kata Rahmad melalui telepon, Minggu (7/8/2011).

Ia mengatakan, karakter kebangsaan tersebut sangat penting untuk ditanamkan pada diri pemain yang akan membela bangsa. "Dari berziarah ke makam Bung Karno, mereka bisa banyak belajar bagaimana perjuangan pendiri bangsa, mendirikan bangsa Indonesia ini," jelas pria yang karib disapa RD.

Rombongan pemain itu dijadwalkan kembali ke Batu kira-kira pukul 20.00 WIB malam ini. Besok sore mereka akan kembali berlatih di kota tersebut.

RD mengakui, saat ini kondisi pemain terlihat menurun. Ini normal karena sebagian besar di antara mereka sedang menjalani ibadah puasa. Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut tak akan memengaruhi penampilan tim di kemudian hari. "Nanti kondisi pemain juga normal. Saya kira tak jadi masalah. Karena proses latihan masih lama," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau