Fergie: Community Shield Cuma Batu Loncatan

Kompas.com - 07/08/2011, 19:42 WIB

MANCHESTER, KOMPAS.com - Pelatih Manchester United Sir Alex Ferguson mengatakan bahwa derbi Manchester yang akan dihadapinya pada Sabtu (7/8/2011) ini tak akan mengubah caranya menyikapi ajang Community Shield. Ajang ini hanya pemanasan, bukan untuk menunjukkan prestasi sebuah tim.

Pertandingan antara Manchester United sebagai juara liga dan Manchester City sebagai pemenang Piala FA musim lalu itu dibumbui rivalitas panas kedua klub sekota tersebut. Dalam duel-duel derbi sebelumnya, kedua klub saling mengklaim kehebatan timnya masing-masing dan merendahkan lawan.

Dengan saling bertemu di laga Community Shield, peperangan kedua tim ini kembali dihubungkan dengan tim mana yang terbaik di Kota Manchester. Wajar jika kemudian pertarungan ini dianggap sebagai laga panas jelang liga bergulir. Namun, sikap yang ditunjukkan oleh Ferguson justru sebaliknya.

"Mudah untuk bersikap emosional dalam pertandingan seperti ini. Tapi saya tak merasa kami harus mengubah kebijakan kami. Community Shield adalah batu loncatan untuk menghadapi pertandingan pertama dari kompetisi musim depan," katanya sebagaimana dilansir Goal.

Sampai saat ini MU masih menjadi tim tersukses dalam Community Shield. Mereka telah mengoleksi 18 trofi sejak kompetisi itu masih bernama Charity Shield. Dalam empat musim terakhir, "Setan Merah" berhasil memenangi tiga duel Community Shield, yakni pada 2007, 2008, dan 2010. MU gagal memenangkannya pada 2009 setelah menyerah dalam adu penalti versus Chelsea.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau