KRL Bekasi Berangsur Normal

Kompas.com - 07/08/2011, 22:12 WIB

BEKASI, KOMPAS.com - Pola perjalanan kereta rel listrik dan kereta api dari dan ke Stasiun Bekasi telah normal pada Minggu (7/8/2011) sore. Operasional sempat terganggu akibat kereta rel listrik anjlok dan kebakaran Pasar Lokomotip yang merusak kabel aliran atas Stasiun Jatinegara.      Wakil Kepala Stasiun Bekasi Dwi Effendi mengatakan, pembatalan dan keterlambatan kedatangan dan keberangkatan kereta berangsur-angsur bisa ditangani.     

Adapun gerbong 4 KRL 5850 jurusan Jakarta-Bekasi anjlok di Stasiun Jatinegara pada Sabtu (6/8/2011) pukul 20.15 WIB diduga akibat kerusakan pada wesel. Peristiwa itu sebenarnya sudah bisa diatasi lepas tengah malam.     

Namun, menjelang sahur, pukul 03.15 WIB, kebakaran melahap puluhan rumah dan sangkar unggas di Pasar Lokomotip yang bersebelahan dengan rel Stasiun Jatinegara. Kebakaran itu menyambar kabel aliran atas sehingga mengganggu pola perjalanan KRL dari dan ke Bekasi lewat Stasiun Jatinegara. Akibat kedua peristiwa itu, Stasiun Bekasi terpaksa membatalkan 14 keberangkatan KRL pukul 06.00 WIB-09.00 WIB. Kedatangan dan keberangkatan enam kereta api jarak jauh ke Jawa bagian timur juga terlambat hingga satu jam.     

Dwi mengatakan, selepas tengah hari, pola perjalanan KRL dan kereta api berangsur normal. "Kedatangan dan keberangkatan kereta di Stasiun Bekasi kini sudah sesuai jadwal," katanya, Minggu sore.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau