Kecelakaan lalu lintas

Polda Metro Dorong Mudik Bareng

Kompas.com - 08/08/2011, 03:45 WIB

Jakarta, Kompas - Kepolisian Daerah Metro Jaya mengimbau perusahaan yang memiliki banyak karyawan atau relasi usaha untuk mengadakan acara mudik bareng dengan menggunakan bus.

Imbauan ini untuk menekan angka pemudik menggunakan sepeda motor dan tingkat kecelakaan selama mudik.

”Selama 14 hari Operasi Ketupat Jaya 2010, setiap hari, rata-rata empat orang tewas karena kecelakaan lalu lintas saat mudik. Ini di wilayah hukum Polda Metro Jaya saja,” kata Kepala Bidang Operasi Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Latif Usman, Minggu (7/8) siang.

Data kecelakaan lalu lintas Operasi Ketupat Jaya 2010 (14 hari) mencatat terjadi 213 kasus kecelakaan. Korban meninggal dunia 45 orang, luka berat 76 orang, dan luka ringan 161 orang. Pada periode yang sama saat Operasi Ketupat Jaya 2009, tercatat 266 kasus kecelakaan, dengan korban meninggal dunia 33 orang, luka berat 145 orang, dan luka ringan 154 orang.

Razia pengendara motor

Guna mengurangi angka kecelakaan saat masa mudik, Polda Metro Jaya juga memastikan akan melakukan razia atau pengawasan ketat terhadap pengendara motor. Pengendara motor yang kedapatan mudik dengan membonceng lebih dari satu orang akan ditindak tegas. Pemboncengnya akan disuruh turun dan diminta melanjutkan mudiknya dengan menggunakan kendaraan umum.

”Begitu juga, jika membawa barang bawaan terlalu banyak, pemudik akan diminta untuk melanjutkan perjalanan dengan kendaraan umum,” tutur Latif.

Mudik dengan menggunakan mobil bak terbuka juga akan dilarang. (RTS)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau