Mentan: Suplai Harus Digenjot

Kompas.com - 08/08/2011, 11:01 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Operasi pasar dan pasar murah memang digunakan sebagai instrumen untuk jangka pendek dalam menyediakan bahan pokok dengan harga yang bisa dijangkau masyarakat. Namun, untuk jangka panjang, suplai harus terus ditingkatkan.

"Ya tentu saja, kita dari sisi kementerian pertanian, kita akan meningkatkan dari sisi suplai, produksi. Tentu saja ini yang harus kita genjot terkait dengan surplus beras 10 juta ton lima tahun ke depan," ujar Menteri Pertanian Suswono kepada Kompas.com, di Gedung Kementerian Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin ( 8/8/2011 ).

Oleh sebab itu, lanjut dia, suplai bahan pokok akan terus ditingkatkan setiap tahunnya. Dengan suplai yang aman, maka harga pun dapat terkendali. Suplai yang aman tentunya dapat menunjang operasi pasar yang dilakukan Bulog. "Nah kalau dari sisi suplai ini aman, meskipun juga sebenarnya data BPS menunjukkan ada surplus diperkirakan antara 4,5-5 juta ton tahun ini. Tapi kan persoalan yang sekarang ini operasi pasar akan kuat kalau apa namanya stok di Bulog juga harus kuat," tambah dia.

Namun, ia mengingatkan, bahwa dalam pemenuhan suplai tersebut, iklim yang baik juga menjadi faktor penentu.

Ia pun menyebutkan, harga cabai yang pernah mencapai Rp 100.000 beberapa waktu lalu, dan sekarang bisa di bawah Rp 10.000, disebabkan oleh iklim yang baik. "Ini kan karena didukung oleh suplai yang bagi. Jadi sepanjang iklimnya bisa kita prediksi dengan tepat. Antisipasi itu kita akan lakukan dengan baik," ujar dia.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau