Minyak tanah

Rp 3.000 Per Liter, Warga Antre Berjubel

Kompas.com - 08/08/2011, 11:16 WIB

KENDARI, KOMPAS.com - Penyelenggaraan pasar murah oleh Pemerintah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, mendapat sambutan antusias warga, Senin (8/8/2011). Salah satu komoditas yang diserbu warga yakni penjualan minyak tanah murah Rp 3.000 per liter.

Pasar murah itu diselenggarakan di Kantor Kecamatan Poasia. Sejak pagi ratusan warga sudah berebut antrean dengan menyusun jeriken-jeriken mereka secara memanjang, di depan truk minyak tanah Pertamina. Panjang rangkaian jeriken minyak tanah yang saling dijalin dengan tali itu mencapai sekitar 100 meter.

Antusiasme warga sangat tinggi mengingat harga jual minyak tanah yang ditawarkan jauh di bawah harga pasaran yang mencapai Rp 4.000-Rp 6.000 per liter.

"Tentu sangat terbantu karena bisa hemat Rp 1.000-Rp 3.000 per liter. Itupun kalau ada (barangnya), karena biasanya sering langka juga," kata Ny Dian (35), warga Poasia yang turut antre minyak tanah.

Dalam pasar murah itu, warga bisa membeli hingga maksimal 10 liter per orang. Pertamina menurunkan satu truk berkapasitas 5.000 liter.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau