JAKARTA, KOMPAS.com - Sekalipun rupiah cenderung mengalami penguatan akibat dampak dari krisis yang terjadi di Amerika Serikat dan Eropa, daya saing Indonesia tetap terjaga di antara negara-negara pesaing.
Hal ini diungkapkan oleh Menteri Perdagangan, Mari Elka Pangestu, usai menghadiri rapat koordinasi tentang ASEAN Fair di Gedung Kementerian Bidang Perekonomian, Senin ( 8/8/2011 ).
"Dalam hal ini selama apresiasi mata uang kita relatif kepada negara kompetitor kita. Itu juga tidak akan terlalu besar pengaruhnya (terhadap perdagangan)," ujar Mari.
Menurutnya, negara-negara ASEAN, kecuali Vietnam, juga mengalami penguatan mata uang. "Sehingga relatif daya saing kita tidak terlalu terpengaruh," ujar dia.
Namun demikian, ia menyebutkan apresiasi rupiah ini harus tetap dijaga. Caranya dengan mengelola aliran modal yang masuk ke Indonesia. Selain itu, ia menambahkan, fasilitas perdagangan dan logistik juga harus ditingkatkan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang