Harga saham

Menkeu: Investor Tes Pasar

Kompas.com - 08/08/2011, 15:25 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Fluktuasi harga saham dan surat berharga negara (SBN) dalam beberapa hari terakhir ini menunjukkan perilaku investor di pasar modal, yang sedang menguji kekuatan dan sikap pelaku pasar lain. Atas dasar itu, perlemahan indeks harga saham gabungan (IHSG) merupakan hal yang wajar, meskipun diikuti oleh pelepasan kepemilikan oleh investor asing.

"Sangat wajar jika investor menguji pasar. Sebab investor, meskipun menanamkan modalnya sendiri-sendiri, mereka punya komunitasnya. Komunitas ini mengamati kondisi umum, fundamentalnya bagaimana, dan melihat dari respon kebijakan-kebijakan masing-masing negara," ujar Menteri Keuangan Agus Darmawan Wintarto Martowardojo di Jakarta, Senin (8/8/2011).

Menurut Agus, fundamental perekonomian yang baik di Indonesia, serta kebijakan yang konsisten, maka pasar modal dapat didorong untuk kembali tenang.

"Secara fundamental kita yang paling utama. Coba Anda bandingkan debt to GDP (rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto) dan deficit to GDP (rasio defisit APBN terhadap PDB). Negara-negara yang diwaspadai tentu yang debt to GDP-nya besar dan defisit besar," urainya.

Berdasarkan data Ditjen Pengelolaan Utang (DJPU), kepemilikan asing pada SBN yang mencapai Rp249,87 triliun sempat turun menjadi Rp248,42 triliun. Namun pada perdanganan SBN per 5 Agustus 2011, tercatat kembali terjadi peningkatan kepemilikan SBN menjadi Rp249,62 triliun.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau