Wisman Saksikan Proses Pembuatan "Bade"

Kompas.com - 08/08/2011, 15:40 WIB

DENPASAR, KOMPAS.com--Ratusan wisatawan mancanegara setiap harinya mengunjungi Puri Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali guna melihat dari dekat proses pembuatan menara pengusungan jenazah (bade) bertingkat sembilan dengan total ketinggian 24 meter.

"Pengunjung kebanyakan wisman itu ingin mengetahui proses pembuatan bade yang akan digunakan sebagai tempat pengusungan jenazah ibunda almarhum Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, bupati Gianyar," kata Tjokorda Gde Raka Sukawati yang merancang pembuatan "bade" tersebut, Minggu.

Ia mengatakan, pembuatan bade itu kini dalam proses penyelesaian dan kehadiran turis itu tidak mengganggu warga yang sedang bekerja secara gotong royong.

Proses pembuatan bade di halaman puri di jantung kota Kecamatan Ubud kini sudah menjulang tinggi dan pengerjaan yang melibatkan puluhan warga itu dalam proses pengalusan.

Wisatawan dalam dan luar negeri itu diberikan kesempatan untuk menyaksikan warga Ubud yang sedang mengerjakan proses pembuatan "bade". Hampir semua wisman itu mengabadikan warga yang bekerja membuat bade itu baik dengan kamera biasa, maupun dengan kamera rekaman (video).

"Bade itulah nantinya sebagai tempat pengusungan jenazah almarhun Anak Agung Niang Rai (78), salah seorang kerabat Puri Agung Ubud yang meninggal dunia pada hari Sabtu, 14 Mei lalu dan upacara pelebon (ngaben) pada Kamis, 18 Agustus 2011.

Ibunda Bupati Gianyar, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati itu adalah istri dari almarhum Tjokorda Gde Agung Sukawati yang mempunyai tiga putra dan lima cucu. Ketiga putranya selain bupati Gianyar juga Tjokorda Gde Raka Sukawati yang merancang pembuatan bade tersebut dan Tjokorda Putra Sukawati.

Dalam menyelesaikan bade tersebut menurut Tjokorda Gde Raka Sukawati yang juga pengelola Hotel Pitamaha Ubud itu melibatkan 50 warga setempat setiap harinya.

"Bade" seluruhnya menggunakan bahan lokal itu antara lain bambu dan kayu itu itu dilengkapi dengan sejumlah ornamen penting, tutur Tjokorda Gde Raka Sukawati.

Menurut adik kandung Bupati Gianyar, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati itu adapun perlengkapan bade itu diantaranya angsa, bengkiwe atau bebek, bangkal atau babi, macan, gajah, boma dan burung garuda.

"Bade" yang dibuat sebagai penghormatan terakhir pada ibundanya tercinta akan rampung seminggu menjelang hari H, warga kini masih harus menyelesaikan beberapa ornamennya, tutur Tjokorda Gde Raka Sukawati.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau