7 Tipe Pria "Womanizer"

Kompas.com - 08/08/2011, 15:48 WIB

KOMPAS.com - Menemukan pangeran impian menjadi harapan banyak perempuan. Namun bagaimana jika si pangeran impian nyatanya tipe pria womanizer? Wajah tampan dan sejumlah daya tarik fisik pria tipe womanizer boleh jadi meluluhkan hati Anda. Tetapi kenali lebih jauh karakternya agar Anda tak patah hati karenanya.

1. Punya sejuta pujian dan janji manis
Pria tipe ini cenderung mudah mengekspresikan perasaannya. Meski belum lama kenal, mudah saja baginya untuk menunjukkan bahwa si dia tergila-gila pada Anda. Caranya, si dia gemar melontarkan pujian dan mengumbar janji manis. Si dia bahkan tak sungkan berjanji menikahi Anda atau memberikan hadiah. Inilah jurus pria tipe womanizer untuk meluluhkan hati perempuan.

Sasarannya, menjadikan Anda sebagai kekasihnya namun dengan tujuan tertentu. Aksi romantisnya cenderung palsu. Sekadar mencari teman jalan, terlihat macho di depan teman-temannya, atau bahkan untuk mendapatkan kepuasan seks.

2. Mesra tapi kok cuma teman?

Pria tipe ini tak sungkan bermesraan dengan Anda atau bahkan menunjukkannya di depan orang lain. Namun, meski sudah merasa dekat, si dia tak kunjung mengubah statusnya menjadi kekasih Anda. Dengan santai, si dia akan mengenalkan Anda kepada teman-temanya hanya sebagai teman biasa saja. Padahal, Anda merasa sudah sangat merasa dekat dan berharap lebih darinya.

Agar tak terjebak dalam permainannya, sebisa mungkin coba lah mengenal salah satu temannya. Anda bisa mencari tahu seperti apa gelagatnya dari teman si dia.

3. Punya panggilan khusus karena lupa nama
Tak apa jika si dia sesekali lupa atau salah menyebut nama. Namun jika lupa sebut nama terjadi sering dan berulang, ini menjadi petanda. Salah sebut nama yang terjadi berulang menandakan kalau ia masih memikirkan perempuan lain selain Anda.

Pria tipe womanizer biasanya mengakali kekurangannya ini dengan menggunakan panggilan khusus untuk pasangannya. Untuk cari aman, si dia akan memanggil Anda dengan 'beib' atau 'darl' juga sebutan lainnya.

4. "Dikelilingi" banyak perempuan
Pria tipe ini selalu disibukkan dengan ponselnya, sibuk membalas SMS atau menjawab telepon. Kesibukan seperti ini juga tak sungkan dilakukannya saat sedang berdua dengan Anda. Waspadai perilaku seperti ini.

Coba cek akun jejaring sosialnya. Pria tipe womanizer biasanya memiliki teman, yang kebanyakan adalah perempuan. Wall-nya juga dipenuhi komentar dari teman-teman perempuannya. Ia juga tak malu membuka pembicaraan hangat di jejaring sosial dengan teman perempuannya. Kalau Anda terganggu dengan perilaku seperti ini, dan merasa dipermainkannya karenanya, sebaiknya pertimbangkan kembali kelanjutan hubungan Anda.

5. Hubungan tanpa status
Pria tipe ini super romantis. Namun kalau soal status, ia akan menghindar. Baginya, hubungan dengan Anda tak perlu diketahui orang lain. Jika Anda bertanya alasannnya, si dia takkan bisa memberikan jawaban jelas soal status ini. Trik seperti ini dilakukan pria tipe womanizer agar tak terikat dan bebas berhubungan dengan siapa saja tanpa perlu permisi dengan Anda.

6. Punya segudang aktivitas
Pria aktif memang menarik, namun perlu waspada dengan aktivitas pria tipe womanizer. Cirinya, si dia tak pernah jelas mengungkapkan profesinya. Meski jadwalnya padat, pekerjaan pastinya tak pernah terungkap. Ketidakjelasan ini memudahkannya untuk pergi sesuka hati. Bahkan tanpa kabar berhari-hari. Saat muncul lagi, si dia akan datang tanpa rasa bersalah dan seperti tak terjadi apa-apa. Bahkan, ia akan dengan mudahnya mengambil hati Anda kembali.

7. Tak tersentuh

Ciri lain yang didapati pada pria tipe ini adalah tak ingin mengenalkan Anda dengan teman-temannya. Ia akan lebih senang membahas tentang dirinya dan Anda, namun bukan lingkungannya. Si dia akan merasa tak nyaman jika berjalan berduaan dengan Anda di depan keramaian. Pasalnya, ia takut kepergok bertemu dengan gebetannya yang lain. Pria tipe ini lebih suka pergi ke tempat yang jauh dengan Anda. Jika tak sanggup menjalani hubungan seperti ini, jangan mengambil risiko berhubungan dengan pria tipe womanizer.

(Chic/ Ayunda Pininta Kasih)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau