Heli AS Terperangkap Jebakan Taliban

Kompas.com - 08/08/2011, 15:54 WIB

KABUL, KOMPAS.com - Seorang pejabat militer Afganistan mengatakan, Senin (8/8/2011), jatuhnya heli CH-47 Chinook milik AS yang menewaskan 38 orang di dalamnya, Jumat pekan lalu, terjadi karena pasukan AS tersebut terperangkap jebakan yang dipasang Taliban.

"Sekarang sudah terkonfirmasi bahwa helikopter itu ditembak jatuh dan itu adalah jebakan yang sengaja dipasang komandan Taliban," tutur pejabat militer yang minta identitasnya dirahasiakan itu kepada kantor berita Agence France Presse (AFP).

Menurut dia, yang mengutip data intelijen seputar insiden tersebut, seorang komandan Taliban bernama Qari Tahir, sengaja membocorkan informasi kepada pasukan AS bahwa sebuah pertemuan para petinggi Taliban akan dilaksanakan di sebuah rumah di lembah Tangi Joy Zarin, Distrik Sayd Abad, Provinsi Wardak, sekitar 97 kilometer sebelah barat daya kota Kabul, Jumat malam pekan lalu.

"(Orang-orang) Taliban itu tahu rute mana yang akan diambil helikopter, karena itu satu-satunya rute yang memungkinkan. Jadi mereka mengambil posisi di kedua sisi lembah dan begitu heli mendekat, mereka menyerang dengan roket dan berbagai senjata modern lainnya. Heli itu jatuh setelah ditembak beberapa kali," tutur pejabat tersebut sambil menambahkan Tahir dibantu oleh empat gerilyawan asal Pakistan.

Menurut pejabat tersebut, pemerintah Afganistan menduga jebakan Taliban ini merupakan serangan balas dendam atas tewasnya pemimpin Al Qaeda, Osama bin Laden, Mei lalu. Beberapa media AS menyebut, 22 korban tewas di dalam helikopter itu adalah anggota SEAL Team Six, kesatuan elit Navy SEALs yang menyerbu dan menewaskan Osama. Meski demikian, tak satu pun korban tewas terlibat langsung dalam serangan di Abbottabad tersebut.

Belum jelas apakah pihak Taliban sudah mengetahui sebelumnya bahwa pasukan elit tersebut akan ada di heli itu. Sebelumnya, juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid bahkan tidak mengklaim serangan tersebut sebagai sebuah jebakan yang sengaja dipasang Taliban.

Keterangan pejabat militer Afganistan ini berbeda dengan keterangan pejabat militer AS yang dikutip Associated Press (AP). Menurut pihak AS, heli tersebut datang ke lokasi tersebut dalam misi mengirim bala bantuan dan pertolongan terhadap pasukan Rangers AS yang terpojok dalam sebuah pertempuran dengan Taliban.

Pihak NATO sendiri masih menegaskan bahwa penyebab pasti jatuhnya Chinook di Wardak itu masih dalam penyelidikan.

Sementara itu, Senin pagi ini, sebuah heli Chinook lainnya dilaporkan melakukan "pendaratan keras" di Provinsi Paktya di dekat perbatasan Afganistan-Pakistan. Taliban mengklaim heli itu jatuh setelah mereka tembak, tetapi pihak NATO menegaskan tidak ada aktivitas musuh di lokasi tempat pendaratan heli. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau