Warga dan Bonek Antar Jenazah Rusdy Bahalwan

Kompas.com - 08/08/2011, 18:26 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com - Ribuan warga Surabaya dan suporter Bonek turut mengantar jenazah mantan pelatih Tim nasional, Rusdy Bahalwan, ke pemakaman di komplek pemakaman Pegirian Surabaya, Senin (8/8/2011).

Jenazah Rusdy diberangkatkan dari rumah duka Jalan Rungkut Mejoyo Selatan 1 Nomor 38 tepat usai Sholat Ashar pukul 15.00 WIB dengan mobil jenazah yang dikawal ratusan kendaraan roda dua. Iring-iringan pengantar jenazah sempat membuat macet jalur yang dilalui seperti Jalan Ngagel, Dharmahusada, hingga Jalan Sidotopo.

Di lokasi makam, ternyata sudah siap ratusan warga dan Bonek yang menanti kedatangan jenazah. 'Kami ingin memberikan penghormatan terakhir kepada mantan pemain dan pelatih sepak bola asli Surabaya,' kata Bonek asal, Kedinding Lor, Abda Alif.

Dia berharap, sepeninggal Rusdy Bahalwan, tumbuh lebih banyak lagi pemain sepak bola yang mampu berprestasi di tingkat nasional dan mengharumkan nama Surabaya seperti Rusdy.

Terlihat hadir dalam pemakaman tersebut sejumlah pemain dan mantan pemain Persebaya serta rekan pelatih, seperti Bejo Sugiantoro, Seger Sutrisno, dan Muhammad Bahtiar, dan Zein Alhaddad.

Mantan pemain dan pelatih Persebaya Surabaya maupun Timnas ini menghembuskan nafas terakhir di kediamannya Minggu (07/8/2011) malam pukul 22.30 WIB. Rusdy meninggal di usianya yang ke-64 karena beberapa penyakit yang dideritanya akhir-akhir ini.

Suami dari Ny Ramadhani ini meninggalkan tiga orang anak yakni, Irfan Bahalwan, Khaira Imandina Bahalwan, dan Ikhwannurdin Bahalwan.

Rusdy dilahirkan di Surabaya 7 Juni 1947. Rusdy memulai karier di sepak bola semenjak aktif kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga pada 1967. Rusdy gagal meneruskan kuliahnya karena memilih karier menjadi pemain bola.

Rusdy berhasil membawa Persebaya Surabaya menjuarai Liga Indonesia 1997. Rusdy juga sempat melatih Timnas Indonesia di Piala Tiger dan Piala Asia tahun 1998.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau