Menghilangkan Perut Buncit pada Pria

Kompas.com - 09/08/2011, 04:39 WIB

KOMPAS.com — Selama ini, kata diet seolah hanya milik kaum hawa. Dengan meningkatnya tren obesitas dan aneka risiko penyakit yang menyertainya, pria sebaiknya juga memperhatikan pola makan jadi lebih sehat. Perut buncit perlu dikempiskan secara permanen.

Salah satu jejak kebijakan Bill Clinton semasa menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat adalah kampanye melawan tren obesitas sejak anak-anak. Mungkin itu bertolak dari pengalaman pribadi Clinton semasa kecil.

Dalam bukunya yang berjudul My Life, Clinton mengaku semasa kecil dia gemuk. Di buku itu pula, Clinton mengaku pernah mencoba diet Atkins. Kepada harian New York Times, suami Hillary Clinton tersebut mengatakan menimbang berat badannya setiap hari.

Kebiasaan menimbang tiap hari dan mencoba aneka macam diet ini dalam keseharian lebih sering dilakukan oleh kaum perempuan. Namun, jangan buru-buru mengerutkan dahi melihat seorang pria mulai cemas dengan kenaikan berat badan.

"Pria sekarang lebih peduli kesehatan. Pria sadar, kelebihan berat badan meningkatkan risiko terkena penyakit diabetes dan penyakit jantung," kata Betsy Klein, seorang ahli diet dari Miami.

Selain risiko penyakit, kesadaran terhadap penampilan juga mulai meningkat di kalangan pria. "Pria dari semua umur sekarang terpengaruh budaya yang sangat peduli terhadap tubuh," ungkap Samantha Heller, ahli gizi dan fisiologis olahraga. Masuk ke daerah diet yang dikuasai wanita tentu tak mudah bagi pria. Mereka mulai terlibat dengan mengubah bahasa yang digunakan.

"Diet dan langsing tidak cocok untuk pria karena sifatnya lebih feminin. Tujuan yang ingin mereka capai adalah menjadi kuat dan maskulin. Proses diet juga membuat mereka cemas karena membuat mereka kehilangan massa otot," kata Heller.

Penyumbang kalori terbanyak

"Pria tertarik melakukan diet yang menjanjikan mereka tampil lebih baik saat berolahraga atau meningkatkan energi mereka. Ini ditangkap oleh industri suplemen untuk memproduksi suplemen yang menguatkan massa otot dan dan sedikit lemak. Masalahnya, protein shakes itu tidak memberi hasil apa-apa selain memberi banyak protein. Olahraga adalah pembangun otot. Tidak ada cara selain itu," ungkapnya.

Jenis diet populer yang disukai pria ternyata diet Atkins. Mereka nyaman melakukan diet ini sebab diet Atkins menyarankan makan lebih banyak daging. Makan steik tentu terasa lebih maskulin daripada salad buah atau sayur seperti yang banyak dipilih wanita.

Sayangnya, hingga kini diet Atkins ini masih menjadi bahan perdebatan di kalangan ahli gizi. Diet yang banyak makan protein ini dinilai membahayakan kesehatan pada masa depan.

Christopher Gardner, peneliti dari Stanford University, menyarankan, untuk menghindari kenaikan berat badan, sebaiknya hindari karbohidrat olahan. Roti putih, nasi putih, soda, dan makanan cepat saji (fast food) yang serba bertepung dan digoreng adalah sumber kenaikan berat badan dan penyumbang kalori terbanyak selama 20 tahun terakhir.

Sehari-hari sebaiknya kita menyantap sumber karbohidrat yang sehat dan tak menaikkan berat, misalnya sayur, buah, oatmeal, nasi merah, gandum, dan pasta gandum. Namun, buat lelaki yang sibuk dan harus sering bepergian ke luar kota, tetap menyantap hidangan sehat tentu terasa sulit.

"Saya rasa mudah mencari solusinya. Bawalah empat atau lima pak oatmeal instan. Cukup diberi air panas. Makanan ini bisa disantap pada pagi hari," kata Klein.

la juga menyarankan pria untuk menyempatkan berolahraga saat dinas ke luar kota. Caranya, rajin naik turun tangga. Tentu bisa juga memanfaatkan fasilitas olahraga di hotel.

Pria sebaiknya juga tak menghindari sarapan. "Kita berada dalam keadaan kelaparan saat tidur. Jika kita menunggu waktu makan siang untuk makan, tubuh akan berpikir untuk menyimpan makanan yang tersisa sebagai cadangan. Jadilah makanan itu diubah menjadi lemak. Kalau terburu-buru, sediakan waktu lima menit untuk makan sereal berserat tinggi atau roti gandum bakar dengan selai kacang. Tindakan kecil ini akan membuat perubahan banyak," katanya.

Satu hal lagi yang penting diingat pria, makan dalam porsi berlebihan adalah penyebab kenaikan berat badan. Agar berat badan menurun, kurangi porsi jadi separuh. Ini adalah perubahan pola makan yang bisa dilakukan pria dalam waktu cepat. (Diyah Triarsari)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau