Pascapenangkapan nazaruddin

Fitnah Berhenti, Kebenaran Terungkap

Kompas.com - 09/08/2011, 09:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Tertangkapnya mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin di kota Cartagena, Kolombia, memberikan makna tersendiri bagi Partai demokrat. "Fitnah akan berhenti dan kebenaran akan terungkap," kata anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Achmad Mubarok, saat dihubungi Kompas, Selasa (9/8/2011) pagi ini.

Kebenaran apa? "Ya, kebenaran dari apa yang selama ini menjadi nyanyian Nazaruddin," ujar Mubarok.

Menurut dia, jika Nazaruddin sudah berada di Indonesia, biarkan dia menyampaikan nyanyian itu lagi dan dibuktikannya. "Implikasinya, bagi saya, sepahit apa pun kebenaran yang akan diungkapkannya, tidak apa-apa. Harus diungkapkan. Bukan hanya untuk Anas Urbaningrum, tetapi juga bagi Partai Demokrat," tuturnya.

Mubarok mengakui, mengungkap kebenaran akan lebih baik daripada mengungkap sebuah fitnah. "Selogis apa pun yang terjadi, justru fitnah yang akan menjadi lebih berbahaya," kata Mubarok.

"Oleh sebab itu, kedatangan Nazaruddin tentu harus membuat siap semua kader Partai Demokrat. Ayo, kita siap dan ikuti apa yang akan disampaikan asalkan ada bukti-buktinya," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau