JAKARTA, KOMPAS.com - Politisi Partai Demokrat Jafar Hafsah menyatakan, partainya tidak memiliki persiapan khusus untuk menampik segala tuduhan Nazaruddin nantinya jika kembali ke Indonesia.
Termasuk, lanjutnya, nama-nama yang sempat dituding Nazar seperti Angelina Sondakh, Anas Urbaningrum, Andi Mallarangeng pun tidak memiliki strategi strategi khusus menghadapi tudingan melawan Nazaruddin.
"Bukan siap tidak siap. Itu kan dalam proses hukum, Nazaruddin akan diproses secara hukum. Jadi, enggak ada itu persiapan khusus. Ini kan hanya soal waktu Nazaruddin ditangkap," ujar Jafar di Jakarta, Senin (8/8/2011).
Demokrat, kata Jafar, menyerahkan sepenuhnya nasib Nazaruddin pada proses hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi. "Sudah ada kaidah-kaidah hukum yang memprosesnya. Kita tunggu saja perkembangan mengenai Nazaruddin. Tidak ada rapat khusus untuk itu," tukas Jafar.
Seperti diketahui, setelah penangkapan Nazaruddin, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang juga Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, mempersilakan tersangka kasus dugaan proyek pembangunan wisma atlet SEA Games 2011 itu untuk mengungkapkan keterlibatan kader Partai Demokrat. Partai Demokrat tak akan sungkan menindak kader yang terlibat.
"Kalau Nazaruddin memiliki informasi yang berkaitan dengan kader Partai Demokrat, saya sangat berharap semua bisa dibuka dan dijelaskan ke Dewan Kehormatan agar segalanya menjadi terang," kata Presiden kepada para wartawan seusai menghadiri acara buka bersama di Markas Besar TNI Cilangkap, Jakarta, Senin (8/8/2011).
Selain itu, Presiden mempersilakan mantan Bendahara Umum PD itu mengungkap siapa pun, dan dari partai manapun, yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi demi tegaknya kebenaran dan keadilan.
Keterangan Nazaruddin dipandang penting untuk meluruskan pandangan publik terkait kasusnya. "Sehingga apa yang diangkat media masa dan menjadi percakapan warung kopi, yang sering dilebih-lebihkan dan belum tentu berdasarkan fakta yang ada, semuanya bisa dibuka," kata Presiden
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang