Demokrat Tak Siapkan Strategi Khusus Hadapi Nazaruddin

Kompas.com - 09/08/2011, 09:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Politisi Partai Demokrat Jafar Hafsah menyatakan, partainya tidak memiliki persiapan khusus untuk menampik segala tuduhan Nazaruddin nantinya jika kembali ke Indonesia.

Termasuk, lanjutnya, nama-nama yang sempat dituding Nazar seperti Angelina Sondakh, Anas Urbaningrum, Andi Mallarangeng pun tidak memiliki strategi strategi khusus menghadapi tudingan melawan Nazaruddin.

"Bukan siap tidak siap. Itu kan dalam proses hukum, Nazaruddin akan diproses secara hukum. Jadi, enggak ada itu persiapan khusus. Ini kan hanya soal waktu Nazaruddin ditangkap," ujar Jafar di Jakarta, Senin (8/8/2011).

Demokrat, kata Jafar, menyerahkan sepenuhnya nasib Nazaruddin pada proses hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi. "Sudah ada kaidah-kaidah hukum yang memprosesnya. Kita tunggu saja perkembangan mengenai Nazaruddin. Tidak ada rapat khusus untuk itu," tukas Jafar.

Seperti diketahui, setelah penangkapan Nazaruddin, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang juga Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, mempersilakan tersangka kasus dugaan proyek pembangunan wisma atlet SEA Games 2011 itu untuk mengungkapkan keterlibatan kader Partai Demokrat. Partai Demokrat tak akan sungkan menindak kader yang terlibat.

"Kalau Nazaruddin memiliki informasi yang berkaitan dengan kader Partai Demokrat, saya sangat berharap semua bisa dibuka dan dijelaskan ke Dewan Kehormatan agar segalanya menjadi terang," kata Presiden kepada para wartawan seusai menghadiri acara buka bersama di Markas Besar TNI Cilangkap, Jakarta, Senin (8/8/2011).

Selain itu, Presiden mempersilakan mantan Bendahara Umum PD itu mengungkap siapa pun, dan dari partai manapun, yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi demi tegaknya kebenaran dan keadilan.

Keterangan Nazaruddin dipandang penting untuk meluruskan pandangan publik terkait kasusnya. "Sehingga apa yang diangkat media masa dan menjadi percakapan warung kopi, yang sering dilebih-lebihkan dan belum tentu berdasarkan fakta yang ada, semuanya bisa dibuka," kata Presiden

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau