Guillain barre syndrome

Biaya Berobat dan Utang Azka Ditanggung Askes

Kompas.com - 09/08/2011, 12:54 WIB

JAKARTA,KOMPAS.com - Setelah cukup ramai diberitakan di berbagai media massa, PT. Askes hari ini secara resmi menyatakan akan menjamin seluruh biaya pengobatan M. Azka Arriziq (4) penderita Guillain-Barre Syndrome (GBS) yang tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Cipto Mangungkusumo.

Hal tersebut disampaikan oleh I Gede Subawa, Presiden Direktur PT. Askes kepada wartawan, hari ini (9/8/2011). Menurut Gede, penyakit GBS, yang diderita Azka termasuk dalam kategori penyakit Katastropik. Sehingga jika tidak dijamin akan menjadi beban ekonomi bagi pasien dan keluarga.

"Saat ini Askes sudah menjamin seluruh biaya pengobatan Azka, sampai hari ke-6 (8 Agustus). Biaya sudah dilaporkan kepada kami yang menjadi tanggungan Akses senilai 18 juta termasuk obat," ujarnya.

Gede juga menambahkan bahwa pihaknya saat ini sudah membayar utang biaya pengobatan Azka selama menjalani perawatan di Rumah Sakit Azra, Bogor sebesar 32 juta dari total Rp. 87.557.000. Sedangkan sisanya akan dibayarkan secara bertahap.

"Pasien Azka akan dijamin biaya kesehatannya tanpa ada batasan biaya dan hari rawat sesuai sistem yang dianut oleh PT. Askes selama sesuai prosedur dan aturan berlaku," jelasnya.

Jaminan kesehatan diberikan kepada Azka karena orangtua Azka merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang notabene peserta Askes dan saat ini Azka tengah dirawat di RS Pemerintah yang bekerjasama dengan Askes.

Sementara itu Anto Ariyanto (42) ayah dari Azka mengaku baru sekali ini saja menggunakan fasilitas Askes. Pasalnya selama ini, setiap ada anggota keluarga yang sakit, dia lebih sering pergi ke poliklinik dan dokter. Dan setelah Azka didiagnosa mengidap GBS barulah dia berpikir menggunakan Askes lantaran biaya pengobatan yang semakin membengkak.

"Rata-rata 10 juta per hari. Disitu saya baru berpikir menggunakan Askes. Alhamdullilah sekarang dapat bantuan dari Askes. Kami berterima kasih kepada Askes karena menanggulangi seluruh biaya pengobatan Aska secara utuh," ucapnya.

Sebelum dirawat di RSCM, Azka yang merupakan anak satu-satunya dari pasangan Anto Ariyanto (42) dan Rina (38) sudah menjalani perawatan sejak 21 Juli 2011 di ruang Perinatal Intensive. Care Unit, Rumah Sakit Azra, Bogor. Namun atas perintah dan instruksi dari Dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, Menteri Kesehatan, Selasa (2/8) dini hari, ia dipindahkan ke RSCM.

Guillain Barre Syndrome  merupakan penyakit langka dan menyerang satu dari 100.000 ribu orang per tahun, yang dipicu oleh auto imun. Tak ada data medis lengkap yang menjabarkan apa penyebab dan bagaimana awal munculnya penyakit GBS ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau