Pendidikan

Dicari, Guru RSBI yang Mau Kuliah S-2

Kompas.com - 09/08/2011, 14:59 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com — Hasil evaluasi rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI) di Jawa Timur menunjukkan bahwa 30 persen para guru bahkan kepala sekolah RSBI belum memenuhi kualifikasi. Selain tak cakap berbahasa Inggris, pendidikan mereka juga belum sesuai kualifikasi. Banyak guru RSBI belum berpendidikan pascasarjana (S-2).

"Sebanyak 30 persen pendidikan linier guru RSBI di antaranya belum S-2," ungkap Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Harun, Selasa (9/8/2011).

Dinas Pendidikan Jawa Timur telah mengevaluasi keberadaan 179 SMP dan SMA/SMK RSBI. Namun yang mendesak adalah kinerja guru yang belum sesuai standar.

Oleh karena itu, Dinas Pendidikan Jawa Timur menyikapi kondisi tersebut dengan membekali anggaran khusus untuk peningkatan kualitas guru khusus RSBI ini. Sebanyak Rp 16 miliar dianggarkan untuk menyekolahkan guru-guru RSBI ke jenjang S-2.

Kepala Seksi Kurikulum dan Program Dinas Pendidikan Jawa Timur Hudiyono menyatakan bahwa program kuliah S-2 untuk guru RSBI masih akan terus berjalan.

"Yang memenuhi persyaratan dan lolos seleksi bisa kami kuliahkan," ujar Hudiyono.

Dia menambahkan, sudah ada ratusan guru RSBI di Jawa Timur yang mendapat kesempatan serupa. Hingga saat ini, program kuliah S-2 bagi guru RSBI masih akan terus berjalan. Hal ini bagian dari akselerasi Dinas Pendidikan Jawa Timur dalam meningkatkan kinerja sekolah RSBI.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau